Pesisir Arung Parak Terus Terkikis, Bupati Satono Minta Penanganan Serius dari Pemerintah Pusat

Pojokkatanews.com - Ancaman abrasi terus menghantui masyarakat pesisir Desa Arung Parak, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas. Setiap tahun, garis pantai di wilayah tersebut mengalami pengikisan yang diperkirakan mencapai 20 meter, mengancam lahan produktif hingga permukiman warga.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sambas. Mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah, pemerintah berharap adanya dukungan dan intervensi dari pemerintah pusat untuk menangani abrasi yang terus terjadi.

Bupati Satono mengatakan penanganan abrasi membutuhkan langkah konkret agar dampaknya tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat pesisir.

“Kami berharap negara hadir membantu penanganannya. Jika tidak segera ditangani, abrasi bisa semakin parah,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Staf Kementerian Infrastruktur ke lokasi abrasi, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kunjungan tim dari kementerian menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi pesisir yang terdampak. Ia berharap usulan pembangunan pengaman pantai yang telah diajukan dapat memperoleh perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kami berharap usulan pembangunan pengaman pantai ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Sebagai daerah pesisir yang berada di wilayah paling utara Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia, Sambas dinilai memerlukan dukungan infrastruktur perlindungan pantai yang memadai untuk menjaga kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Arung Parak, Junaidi. Ia mengungkapkan masyarakat sudah lama menantikan realisasi pembangunan benteng pantai yang diusulkan sepanjang 750 meter.

Menurutnya, keberadaan pengaman pantai sangat dibutuhkan untuk menahan laju abrasi yang setiap tahun terus mendekati kawasan tempat tinggal warga.

“Usulan infrastruktur benteng pantai sepanjang 750 meter itu diharapkan bisa segera diwujudkan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Junaidi menegaskan, tanpa penanganan yang memadai, abrasi akan terus mengancam keselamatan dan kenyamanan masyarakat pesisir.

“Setiap tahun abrasi mengancam rumah warga. Kami tidak ingin masyarakat terus-menerus mengungsi,” pungkasnya. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar