Pojokkatanews.com - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sambas
resmi meluncurkan Program Kuliah Gratis (Pro Kulit Rusa) bagi warga binaan
melalui kerja sama dengan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
(UNISAS) dan Akademi Dakwah Indonesia (ADI), Rabu (10/6/2026).
Peluncuran program tersebut menjadi langkah nyata dalam
memberikan akses pendidikan tinggi kepada warga binaan sebagai bekal untuk
membangun masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Kepala Rutan Sambas Andreas, Rektor
UNISAS, serta perwakilan Akademi Dakwah Indonesia (ADI).
Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andreas, mengatakan program
ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang memiliki komitmen sama dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk bagi warga binaan
pemasyarakatan.
"Ini merupakan program yang memberikan kesempatan
kepada warga binaan untuk menempuh pendidikan tinggi," ujarnya.
Menurut Andreas, kerja sama dengan UNISAS dan ADI merupakan
bentuk nyata upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan yang inklusif dan
berkeadilan.
"Alhamdulillah, kerja sama dua lembaga ini mendapat
respons yang sangat baik dan memberikan kesempatan bagi warga binaan Rutan
Kelas IIB Sambas untuk melanjutkan pendidikan," katanya.
Pada tahap awal, sebanyak 25 warga binaan akan mendapatkan
kesempatan mengikuti perkuliahan di UNISAS maupun ADI. Seluruh peserta juga
memperoleh dukungan beasiswa yang memungkinkan mereka menyelesaikan pendidikan
hingga memperoleh gelar.
"Ada 25 peserta yang berkesempatan melanjutkan ke
perguruan tinggi, baik di UNISAS maupun ADI. Mereka juga mendapatkan beasiswa
yang kemungkinan diberikan sampai selesai memperoleh gelar," jelas
Andreas.
Ia menambahkan, proses perkuliahan akan dilaksanakan secara
daring atau online mengingat keterbatasan warga binaan untuk mengikuti kegiatan
akademik secara langsung di luar rutan.
"Untuk sistem perkuliahan tentunya dilakukan secara
daring karena tidak memungkinkan mereka mengikuti perkuliahan seperti mahasiswa
pada umumnya. Namun hal tersebut tidak akan mengurangi kesempatan mereka untuk
memperoleh pendidikan yang layak," ungkapnya.
Andreas berharap program tersebut tidak berhenti pada
angkatan pertama, melainkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak
warga binaan di masa mendatang.
"Kita berharap program ini tidak hanya berjalan tahun
ini. Sesuai dengan MoU yang telah dilakukan, semoga dapat terus diperpanjang
karena masih banyak warga binaan yang ingin mendapatkan kesempatan melanjutkan
pendidikan tinggi," ujarnya.
Ia juga menilai tidak menutup kemungkinan ke depan akan
semakin banyak warga binaan yang mampu melanjutkan pendidikan dengan kemampuan
dan dukungan finansial yang dimiliki.
"Dengan pendidikan, kami berharap warga binaan memiliki
bekal yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat dan mampu menjadi pribadi
yang lebih produktif," tutupnya. (Run)
.jpg)
0 Komentar