Wabup Heroaldi Hadiri Halal Bihalal IKBS, Pererat Silaturahmi Lintas Negara

Pojokkatanews.com - Dalam rangka memeriahkan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Ikatan Keluarga Besar Segerunding (IKBS) menggelar kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung di Masjid Pehin Sri Haji Adenan Haji Satem, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi, bersama sejumlah tokoh dan perwakilan keluarga besar Segerunding dari Indonesia maupun Malaysia. Acara berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan penyambutan adat berupa silat Melayu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sambas yang akrab disapa Bang Hero menyampaikan bahwa kehadirannya di Kampung Sebat, Lundu, Sarawak merupakan bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga serumpun Melayu lintas negara.

Ia mengungkapkan, rombongan dari Sambas mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, termasuk dari tokoh masyarakat Datuk H. Saleh. Suasana kekeluargaan yang terbangun, menurutnya, menjadi bukti kuatnya hubungan historis dan kultural antara masyarakat Sambas dan Malaysia, khususnya di wilayah Sematan dan Lundu.

“Momentum ini sangat baik sebagai jembatan silaturahmi antara masyarakat Indonesia dan Malaysia. Kita memiliki kesamaan budaya sebagai serumpun Melayu yang tidak lekang oleh waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga membuka ruang penguatan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari sosial, budaya, hingga keagamaan.

Sementara itu, tokoh IKBS Malaysia, Jamsari Bin Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal kali ini merupakan pelaksanaan ke-20, sekaligus menjadi yang pertama digelar di Malaysia.

Ia menjelaskan, pemilihan masjid sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dinilai sebagai ruang yang suci, netral, dan mampu menampung banyak jamaah, sehingga sangat tepat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Pertemuan di masjid diharapkan membawa berkah serta memperkuat persaudaraan setelah menjalani ibadah puasa,” ungkapnya.

Menariknya, ia juga mengungkapkan bahwa masjid tempat kegiatan berlangsung memiliki keterkaitan dengan Indonesia. Ukiran kayu jati pada bangunan masjid tersebut didatangkan dari Jepara dan dikerjakan oleh pengrajin asal Sambas.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena sentuhan seni dari Sambas turut memperindah masjid di Sarawak,” tambahnya. (Red)


Posting Komentar

0 Komentar