Musim Kemarau Tiba, Dinkes Sambas Ingatkan Bahaya Asap Karhutla

Pojokkatanews.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai berpotensi terjadi memasuki musim kemarau tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Prabowo, M.M., mengatakan dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pernapasan seperti ISPA, batuk, sesak napas, hingga memicu asma dan PPOK,” ujar Ganjar, Rabu (6/5/2026).

Data Dinas Kesehatan Sambas mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 1.364 kasus ISPA yang tersebar di sejumlah kecamatan akibat dampak kabut asap karhutla. Sementara hingga tahun 2026 saat ini telah tercatat 395 kasus, dengan nihil korban meninggal dunia.

Ganjar menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan umumnya dipicu praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca panas serta lemahnya pengawasan di lapangan juga disebut menjadi faktor yang memperbesar risiko terjadinya karhutla.

Untuk mengurangi dampak kesehatan, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Warga juga diminta membatasi aktivitas luar ruangan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

Selain itu, Dinkes Sambas mengajak masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi. Apabila mengalami gejala ISPA, batuk berkepanjangan, atau sesak napas, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Pencegahan harus dilakukan bersama agar dampak karhutla tidak semakin luas dan membahayakan masyarakat,” tegas Ganjar. (Run).


Posting Komentar

0 Komentar