Pojokkatanews.com - Upaya percepatan penurunan stunting menjadi salah satu topik utama dalam kunjungan koordinasi Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN RI, Rabu (11/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak kementerian memaparkan sejumlah strategi nasional untuk menekan angka stunting, mulai dari penguatan pembangunan keluarga, pemanfaatan data keluarga yang akurat, hingga intervensi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak yang merupakan periode krusial dalam pertumbuhan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas dari Fraksi NasDem, Nurmaya Dewi, menilai upaya penanganan stunting tidak hanya bergantung pada program kesehatan dan bantuan gizi, tetapi juga membutuhkan pendekatan edukasi yang lebih kreatif agar mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan media film atau video edukasi yang berisi pesan-pesan pencegahan stunting.
“Melalui film atau video edukasi, pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan, pemenuhan gizi, serta pola asuh anak dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, media visual seperti film dinilai lebih efektif karena dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat, baik remaja maupun orang tua, sehingga pesan edukasi dapat diterima dengan lebih mudah.
“Film ini nantinya bisa ditonton oleh remaja maupun orang tua sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran tentang pencegahan stunting,” tambahnya.
Nurmaya berharap gagasan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam memperkuat kampanye edukasi stunting secara lebih luas.
Dengan edukasi yang lebih kreatif dan mudah dipahami, ia optimistis kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga akan semakin meningkat, sehingga upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas dapat terwujud. (Red)
.jpeg)
0 Komentar