Pojokkatanews.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Sambas dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini disebut sudah terjadi sekitar empat hari terakhir dan dirasakan di berbagai wilayah, mulai dari tingkat kecamatan hingga perdesaan.
Salah seorang warga Kecamatan Sambas, Saifuddin, mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Sambas sering kehabisan stok sehingga masyarakat harus mencari ke tempat lain.
“Di Kecamatan Sambas sendiri sudah susah dijumpai. Kalaupun ada, sering kali masyarakat tidak kebagian,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa di tengah kelangkaan tersebut, ada pihak yang menjual Pertalite dengan harga jauh di atas harga normal.
“Di Kecamatan Sambas sudah ada yang menjual sampai Rp15 ribu per liter. Meskipun harganya tinggi, tetap saja sulit dicari,” katanya.
Saifuddin berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan tersebut, terutama menjelang hari raya yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan BBM perlu diperketat agar tidak terjadi penimbunan ataupun kelangkaan di lapangan.
“Pemimpin dan para pengambil kebijakan perlu turun langsung memantau stok BBM, supaya tidak terjadi kelangkaan menjelang hari raya ini,” tutupnya. (Run)

0 Komentar