Pemkab Sambas Pacu Produksi Beras, Perkuat Status Lumbung Pangan Kalbar

Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas terus memacu sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Pada 2026, Pemkab menargetkan lonjakan produksi beras melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga mencapai 2,5 sampai 3 kali tanam dalam setahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Apriadi, mengungkapkan bahwa capaian IP tahun 2025 berada di angka 1,91. Artinya, sebagian besar lahan sawah di Sambas rata-rata baru ditanami hampir dua kali dalam setahun.

“Tahun depan kita dorong agar IP bisa naik signifikan. Kalau petani bisa tanam dua setengah sampai tiga kali, otomatis produksi meningkat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat peran Sambas sebagai salah satu sentra produksi beras di Kalimantan Barat. Peningkatan produksi juga menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan swasembada nasional.

Meski demikian, awal tahun 2026 sempat menjadi tantangan bagi petani. Harga gabah turun di bawah standar pemerintah akibat belum adanya penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional kepada Bulog untuk menyerap gabah sesuai harga acuan.

“Awal Januari harga gabah sempat turun karena belum ada penugasan ke Bulog. Itu yang membuat harga di lapangan tidak stabil,” jelas Apriadi.

Situasi mulai membaik pada pertengahan Januari setelah Bulog mulai melakukan pembelian dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut membantu memulihkan harga dan memberikan kepastian bagi petani saat panen.

Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab memperkuat koordinasi antara penyuluh pertanian lapangan dan Bulog. Tujuannya agar setiap masa panen dapat dipantau dan hasil produksi petani terserap optimal sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Penyerapan gabah bahkan dilakukan langsung ke rumah petani guna memudahkan proses distribusi. Saat panen menggunakan mesin sekalipun, Bulog tetap diwajibkan membeli hasil panen tanpa persyaratan tambahan.

Sepanjang 2025, produksi padi Sambas tercatat sekitar 62 ribu ton. Dengan peningkatan indeks tanam yang ditargetkan pada 2026, pemerintah daerah optimistis angka tersebut akan mengalami kenaikan signifikan.

Selain intensifikasi tanam, dukungan sarana produksi, penguatan sistem irigasi, serta pendampingan teknis kepada petani juga menjadi fokus pemerintah daerah.

“Kalau indeks tanam naik dan penyerapan berjalan baik, produksi meningkat, kesejahteraan petani ikut terangkat. Kita ingin Sambas semakin kokoh sebagai lumbung pangan Kalbar,” tutup Apriadi. (Run)


Posting Komentar

0 Komentar