Pojokkatanews.com - Forum Komunikasi (Asosiasi) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Sambas menyoroti pentingnya penguatan sistem keselamatan di sejumlah destinasi wisata menjelang momentum libur nasional.
Sejak sektor pariwisata kembali dibuka pada 2021 pasca pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Sambas telah melakukan pendataan ulang Pokdarwis di sejumlah destinasi unggulan seperti Danau Sebedang, Pantai Bahari Jawai, Pantai Temajuk, Tanjung Api dan Bukit Piantus.
Namun demikian, perwakilan Asosiasi Pokdarwis Kabupaten Sambas, Ardy Sanjaya, menilai aspek keselamatan pengunjung masih perlu mendapat perhatian serius, terutama saat lonjakan wisatawan pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Idul Fitri dan Idul Adha yang setiap tahunnya bisa mencapai 40 ribu hingga 50 ribu pengunjung.
“Setiap forum pertemuan kami selalu menekankan pentingnya safety first. Fasilitas keselamatan seperti rompi pelampung, papan pelampung, pelampung pinggang hingga perahu karet patroli itu wajib ada, terutama di kawasan pantai dan danau,” ujar Ardy Sanjaya.
Menurutnya, selama ini Pokdarwis hanya menerima surat imbauan dari pemerintah daerah terkait pengecekan sarana prasarana dan standar keselamatan. Namun, di sisi lain, Pokdarwis belum pernah dilibatkan secara langsung dalam rapat persiapan menghadapi libur nasional.
“Dalam surat imbauan disebutkan agar melakukan uji kelaikan bersama kepolisian, tim kesehatan, BPBD dan Basarnas. Tapi kami tidak memiliki fasilitas tersebut dan tidak tahu harus berkoordinasi secara teknis dengan siapa. Karena itu kami berharap ada ruang komunikasi yang jelas,” tegasnya.
Ardy menambahkan, tingginya angka kunjungan wisata setiap tahun menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak, bukan hanya Pokdarwis. Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan agar DPRD Kabupaten Sambas memfasilitasi rapat atau dengar pendapat khusus yang membahas kesiapan sektor pariwisata menjelang libur nasional.
“Kami berharap ada rapat terpadu yang melibatkan Pemda, TNI, Polri, tim kesehatan, BPBD, Basarnas, camat, pemerintah desa dan Pokdarwis se-Kabupaten Sambas. Tujuannya agar kita benar-benar siap dalam hal keamanan dan keselamatan pengunjung,” katanya.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain pembentukan pos keamanan dan keselamatan di lokasi wisata, penyediaan perahu karet untuk patroli, serta pemasangan pengeras suara guna menyampaikan imbauan kepada wisatawan.
Selain itu, Ardy juga mengimbau para pengunjung untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata air.
“Kami juga mengingatkan kepada para wisatawan agar tetap waspada dan menggunakan life jacket saat mandi di pantai maupun danau. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan masyarakat yang telah membantu dalam proses pencarian di kawasan Pantai Temajuk, seraya menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata. (Red)
.jpg)
0 Komentar