FGD tersebut terselenggara di Cafe Queen Sambas yang dihadiri beberapa Organisasi kepemudaan dan Ketua Komisi IV DPRD Sambas Anwari, Wakil Ketua DPRD Ferdinad Sholihin dan Akademisi Azman.
Kabid PTKP Hmi Cabang Sambas Nurul Asyari menyampaikan,
FGD tersebut dalam rangka membuka wawasan dan dengar pendapat terhadap rancangan pilkada yang dirancang secara tertutup.
"Malam ini kita menyatukan pendapat bersama OKP Sambas dan membuka wawasan terhadap rancangan pilkada yang beredar terhadap rencana ini," ucapnya.
Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian terpenting dalam sebuah perubahan tatanan negara, sehingga peran kita sangat penting dalam mendalami rencana tersebut.
"Sebagai mahasiswa, kita memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa, mahasiswa merupakan agen of Change, agen of sosial-control, agen of ironstock. Jadi sebuah keharusan, mahasiswa peduli pada demokrasi yang ada di Indonesia," ucapnya.
"Muncul nya isu yang digadang oleh ketua partai politik memberikan lemparan yang membabat habis sebuah harapan, kesempatan dan juga peluang bagi rakyat Indonesia," sambungnya.
Lanjut kata dia, kegiatan tersebut ditujukan untuk seluruh mahasiswa khususnya di kabupaten Sambas dalam menyatukan pendapat dan pemikiran.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memantik diskusi antar mahasiswa, masyarakat, dan tokoh kabupaten Sambas. Sebagai bentuk peduli terhadap sistem pemilihan yang ada di Indonesia, terutama pada pembahasan permasalahan yang terjadi jika hal itu terealisasikan," ujarnya.
"Untuk itu, Hmi Sambas tetap mengawal isu isu yang memang merugikan khalayak ramai demi menjaga kemashalatan.
Kegiatan ini berasal dari pemikiran, diskusi dan tujuan hmi: terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bermafaskan islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah swt," tutupnya. (Run).
0 Komentar