Pojokkatanews.com - Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas mengingatkan seluruh agen dan distributor agar tidak melakukan penimbunan maupun penjualan LPG 3 kilogram bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang dan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Diskumindag Sambas, Hermanto, menegaskan pihaknya akan melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga LPG 3 kg tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut diambil usai rapat koordinasi bersama para agen dan distributor LPG yang beroperasi di Kabupaten Sambas. Rapat itu juga dihadiri perwakilan Baperida serta Bagian Perekonomian Setda Sambas, dengan agenda utama mengantisipasi potensi kelangkaan LPG bersubsidi selama Ramadan.
Menurut Hermanto, konsumsi LPG 3 kg cenderung meningkat saat Ramadan seiring bertambahnya aktivitas memasak masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil. Karena itu, evaluasi distribusi dan ketersediaan stok di tingkat agen dan pangkalan menjadi perhatian utama, termasuk proyeksi kebutuhan serta langkah antisipasi jika terjadi lonjakan permintaan.
Diskumindag juga menekankan pentingnya penyaluran LPG bersubsidi yang tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah. Para agen, lanjutnya, menyatakan kesiapan mendukung kelancaran distribusi dengan memperkuat koordinasi bersama pangkalan di masing-masing kecamatan.
Dalam upaya menjaga pasokan, PT Pertamina Cabang Pontianak telah menyalurkan extra dropping LPG 3 kg sebanyak 21.840 tabung pada 9 dan 15 Februari 2026 ke seluruh agen di Kabupaten Sambas. Selain itu, pada minggu pertama dan kedua Ramadan direncanakan tambahan pasokan sekitar 10 ribu tabung.
Hermanto memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pertamina serta melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Tidak hanya LPG, Diskumindag juga akan berkoordinasi dengan distributor bahan pokok dan barang penting lainnya guna memastikan ketersediaan stok serta mengantisipasi potensi kenaikan harga selama bulan suci Ramadan. (Red)
.jpg)
0 Komentar