Karhutla Sambas Meluas, 263,5 Hektare Terbakar di Tujuh Lokasi

Pojokkatanews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Hingga Sabtu (22/8/2026) malam, tujuh lokasi masih terbakar dengan total luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 263,5 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo Djuhardi, mengatakan titik kebakaran tersebar di Kecamatan Paloh, Jawai, Teluk Keramat dan Tekarang.

Kebakaran terbesar terjadi di Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 104 hektare dan hingga laporan terakhir api masih menyala disertai kepulan asap tebal.

“Api dilaporkan mengarah ke permukiman dan Desa Berlimang. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan,” demikian keterangan dalam laporan BPBD Sambas.

Penanganan di lokasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Polres Sambas, Kodim 1208/Sambas, Polsek dan Koramil Teluk Keramat, KPH, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat.

Selain Sungai Baru, karhutla cukup luas juga terjadi di Desa Sungai Kumpai dengan luas sekitar 100 hektare.

Namun, proses pemadaman di lokasi tersebut menghadapi kendala serius karena tidak tersedia sumber air yang memadai di sekitar titik kebakaran.

Sementara itu, kebakaran di Desa Sarang Burung Danau telah berlangsung selama 13 hari dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 28,5 hektare.

Kebakaran di Desa Tanah Hitam juga belum sepenuhnya tertangani. Api telah berlangsung selama 10 hari dan membakar sekitar 15 hektare lahan.

Karhutla lainnya tercatat di Desa Sarang Burung Kolam dengan luas sekitar 10 hektare, Desa Parit Setia 4 hektare dan Desa Merubung sekitar 2 hektare.

Di Sarang Burung Kolam, api masih berpotensi meluas ke wilayah Desa Mutus Darussalam.

BPBD Sambas mencatat seluruh lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut. Kondisi api di sejumlah titik masih menyala dan menghasilkan asap.

Secara keseluruhan, ancaman karhutla di Kabupaten Sambas masih cukup serius. Berdasarkan data SiPongi periode Januari hingga 22 Agustus 2026, kebakaran telah terjadi di 70 desa yang tersebar pada 16 kecamatan.

Dalam periode tersebut tercatat sebanyak 1.267 hotspot dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 2.318,48 hektare.

Untuk memperkuat penanganan, BPBD Kabupaten Sambas membutuhkan dukungan tambahan, terutama helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya meliputi alat berat untuk pembuatan embung, 15 unit mesin pompa portabel, selang pemadam, 20 unit pompa punggung serta dua unit drone.

BPBD berharap dukungan tersebut dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke wilayah permukiman dan kawasan lainnya. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar