Tangaran Siaga Karhutla, Posko Didirikan dan Warga Dilarang Bakar Lahan

Pojokkatanews.com - Pemerintah Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendirikan Posko Karhutla Kecamatan Tangaran. Posko tersebut menjadi pusat pengaduan masyarakat sekaligus tempat koordinasi apabila ditemukan indikasi kebakaran maupun kondisi yang berkaitan dengan karhutla.

Sekretaris Camat Tangaran, Endi Kurniawan, mengatakan pendirian posko dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman karhutla yang masih tinggi.

“Pemerintah Kecamatan mendirikan Posko Karhutla Kecamatan Tangaran. Ini sebagai tempat pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan kondisi yang ada,” kata Endi, Senin (24/8/2026).

Selain mendirikan posko, pemerintah kecamatan juga menyiapkan pemasangan papan peringatan di sejumlah titik. Papan tersebut berisi imbauan kepada masyarakat untuk menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Menurut Endi, larangan tersebut penting disampaikan mengingat kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan, lahan semak, vegetasi maupun sisa vegetasi untuk kepentingan pembukaan lahan pertanian dan perkebunan.

“Nanti setelah papan imbauan selesai pembuatannya akan segera dipasang di sejumlah titik,” ujarnya.

Larangan tersebut, kata Endi, memiliki dasar hukum, di antaranya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan serta Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 1 Tahun 2026.

Selain pencegahan kebakaran, Pemerintah Kecamatan Tangaran juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Warga yang beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker.

Endi mengatakan kondisi kabut asap pada Senin pagi masih cukup kuat di sejumlah wilayah Tangaran. Salah satunya di Desa Simpang Empat, yang mengalami penurunan jarak pandang akibat kabut asap.

“Kondisi di Desa Simpang Empat pada Senin pagi hari, kabut asap masih kuat,” katanya.

Hal serupa disampaikan Arul, warga Desa Simpang Empat. Ia mengatakan kabut asap masih cukup terasa, terutama ketika berada di luar rumah.

“Masih kuat kabut asap terjadi,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Tangaran mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla, terutama selama kondisi panas dan kering masih berlangsung. (Run)


Posting Komentar

0 Komentar