Pojokkatanews.com - Kebakaran lahan kembali terjadi di
Kabupaten Sambas. Semak belukar dan vegetasi kering di Desa Sekuduk, Kecamatan
Sejangkung, terbakar pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan
kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Sambas.
Dugaan awal, api dipicu kondisi vegetasi yang sangat kering
akibat paparan suhu tinggi dan kekeringan panjang. Gesekan antarvegetasi kering
disebut memunculkan percikan api yang kemudian dengan cepat membesar akibat
hembusan angin.
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian karena ancaman
karhutla di Kabupaten Sambas masih cukup tinggi.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS),
Muhammad Rasya Alfaed, mengatakan kebakaran di Desa Sekuduk harus menjadi
peringatan bagi masyarakat maupun pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kejadian di Desa Sekuduk ini harus menjadi alarm keras bagi
kita semua. Dampak Godzilla El Nino bukan lagi ancaman di atas kertas,
melainkan ancaman nyata di depan mata,” tegas Rasya.
Ia mengajak masyarakat meninggalkan praktik pembakaran lahan
dan bersama-sama menjaga lingkungan. Pemerintah daerah juga didorong
meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat langkah mitigasi di
wilayah yang rawan kebakaran.
Menurutnya, pencegahan karhutla harus dilakukan secara
terpadu. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain patroli rutin untuk
memantau titik panas, edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan
dengan cara membakar, serta kesiapan embung dan peralatan pemadam portabel di
wilayah rawan.
Untuk kawasan gambut, pengoptimalan sekat kanal juga dinilai
penting untuk menjaga kelembapan lahan dan mencegah api menjalar lebih luas.
“HMKS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling
menjaga lingkungan dan menanggalkan praktik pembakaran lahan, serta mendesak
pihak terkait untuk menyiagakan personel dan mitigasi bencana secara intensif,”
ujarnya.
Hingga Jumat malam, tim gabungan bersama masyarakat dan
relawan berhasil mengendalikan pergerakan api di Desa Sekuduk.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan penanganan di
lokasi. Masyarakat juga diminta tetap waspada mengingat kondisi kemarau dan
kekeringan masih berpotensi memicu kebakaran baru.
Rasya menambahkan, HMKS bersama Polsek Sejangkung terus
mendorong sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta larangan
pembakaran hutan dan lahan.
“Sebagai bentuk upaya preventif jangka panjang, kerja sama
erat terus terjalin bersama pihak Polsek Sejangkung untuk selalu menyampaikan
sosialisasi dan imbauan larangan membakar hutan dan lahan kepada warga
setempat,” pungkasnya. (Run)

0 Komentar