Pojokkatanews.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan
(Karhutla) di Kabupaten Sambas masih menjadi perhatian serius. Hingga 12 Juli
2026, luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai 2.219,01 hektare
berdasarkan data Aplikasi Sipongi. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Sambas
sebagai wilayah dengan luas Karhutla terbesar keempat di Provinsi Kalimantan
Barat setelah Kubu Raya, Ketapang, dan Mempawah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Sambas, Alwindo Djuhardi Alwi, ST, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca
kering yang melanda sejumlah wilayah masih berpotensi memicu munculnya
titik-titik kebakaran baru.
"Hingga saat ini tercatat sebanyak 767 hotspot atau
titik panas tersebar di 15 kecamatan dan 55 desa. Hotspot terbanyak berada di
Kecamatan Paloh, terutama di Desa Temajuk," kata Alwindo, Senin
(13/7/2026).
Menurutnya, BPBD bersama seluruh unsur penanggulangan
bencana terus meningkatkan pemantauan dan memperkuat koordinasi lintas instansi
untuk memastikan kebakaran tidak semakin meluas.
Salah satu lokasi yang saat ini menjadi fokus penanganan
berada di Desa Buduk Sempadang, Kecamatan Selakau Timur. Kebakaran di kawasan
tersebut telah berlangsung selama tiga hari dengan perkiraan luas lahan yang
terbakar mencapai sekitar empat hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sambas, TNI,
Polri, Manggala Agni Daops IX Singkawang, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)
Sambas, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemilik lahan, serta
masyarakat setempat terus berjibaku melakukan pemadaman agar kobaran api tidak
merembet ke area yang lebih luas.
Selain upaya pemadaman melalui jalur darat, penanganan juga
diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan helikopter milik Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat
pemadaman, terutama di titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau oleh personel
di lapangan.
"Operasi water bombing sangat membantu mempercepat
proses pemadaman di lokasi-lokasi yang aksesnya terbatas," jelas Alwindo.
BPBD juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka
lahan dengan cara membakar, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan
risiko penyebaran api.
Alwindo mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam
upaya pencegahan Karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api
di wilayahnya.
"Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran
lahan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar petugas bisa bergerak
cepat sehingga kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas," pungkasnya.
(Run)

0 Komentar