Pojokkatanews.com - Sebanyak 25 operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilaksanakan di Kabupaten Sambas sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari seluruh operasi tersebut, sekitar 250 hektare lahan yang terbakar berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang melalui Kepala Regu Pondok Kerja Sambas, Redy, mengatakan seluruh kejadian karhutla yang terjadi selama periode tersebut dapat ditangani dengan baik berkat kolaborasi berbagai pihak.
"Selama Januari hingga Juli 2026, kami telah melaksanakan 25 operasi penanganan karhutla dengan luasan terdampak sekitar 250 hektare. Seluruh kejadian berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas," kata Redy, Jumat (10/7/2026).
Selain melakukan pemadaman, Manggala Agni juga memperkuat upaya pencegahan melalui pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Langkah tersebut dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada anggota MPA di Desa Selakau Tua serta sosialisasi pencegahan karhutla kepada pelajar SMK Negeri 1 Selakau Timur.
Menurut Redy, sinergi dengan BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.
Beberapa daerah prioritas, seperti Kecamatan Teluk Keramat, Tangaran, dan Paloh, menjadi fokus pengecekan sumber air untuk mendukung kesiapsiagaan pemadaman. Di kawasan tersebut juga disusun peta partisipatif sebagai acuan pelaksanaan pencegahan karhutla.
Untuk menghadapi puncak musim kemarau, Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan telah menyiapkan strategi mitigasi terpadu. Langkah tersebut meliputi patroli terpadu dan patroli mandiri di desa rawan karhutla, optimalisasi sistem deteksi dini melalui Sipongi Plus, hingga kesiapan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan.
Redy menjelaskan, strategi jangka panjang pencegahan karhutla dibangun melalui tiga pilar utama, yakni penguatan analisis iklim dan pemantauan cuaca, peningkatan kapasitas operasional pengendalian karhutla beserta penegakan hukum, serta pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan melalui penerapan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB).
Melalui kolaborasi pemerintah, aparat, dan
masyarakat, Manggala Agni berharap jumlah kejadian karhutla di Kabupaten Sambas
dapat terus ditekan sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan
masyarakat, dan aktivitas ekonomi selama musim kemarau dapat diminimalkan.
(Run)
.png)
0 Komentar