Kebakaran Lahan di Sambas Meluas, Sarang Burung dan Mentibar Paling Terdampak

Pojokkatanews.com - Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah di Kalimantan Barat yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau. Sejumlah wilayah seperti Desa Sarang Burung Danau, Mentibar, hingga Tanah Hitam tercatat mengalami kebakaran dengan luasan yang cukup besar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sambas, Nisa Azwarita, mengatakan kendala terbesar dalam upaya pemadaman adalah minimnya sumber air di lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat harus bekerja lebih keras.

"Wilayah yang paling sulit adalah Desa Tanah Hitam karena hampir tidak memiliki sumber air untuk pemadaman," ujar Nisa, Selasa (14/7/2026).

Selain Tanah Hitam, keterbatasan sumber air juga terjadi di Desa Mentibar, Tempapan Hulu, Buduk Sempadang, dan Desa Semata di Kecamatan Tangaran. BPBD bahkan mengusulkan bantuan helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan di lokasi yang sulit dijangkau.

BPBD juga terus memantau 58 desa yang memiliki titik panas (hotspot) dan berpotensi mengalami karhutla selama musim kemarau.

Dari data sementara, Desa Sarang Burung Danau menjadi lokasi dengan kebakaran terluas mencapai sekitar 20 hektare yang menghanguskan kebun sawit dan lada. Sementara di Desa Mentibar, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 16 hektare.

Menurut Nisa, petugas juga harus bergerak cepat ketika api mendekati permukiman warga, seperti yang terjadi di Buduk Sempadang, Malek, dan Selakau Tua. Di Buduk Sempadang, api bahkan sempat berada sekitar 50 meter dari rumah warga sehingga dilakukan isolasi agar kobaran tidak meluas.

"Jika api sudah mendekati permukiman, itu menjadi prioritas utama kami untuk mencegah kebakaran merambat ke rumah warga," Pungkasnya. (Red)

 

Posting Komentar

0 Komentar