Kasus Suspek Campak di Sambas Capai 72, Dinkes Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Pojokkatanews.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengingatkan pentingnya peningkatan cakupan imunisasi setelah mencatat sebanyak 72 kasus suspek campak hingga Juni 2026. Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan agar upaya perlindungan terhadap anak melalui imunisasi semakin diperkuat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., mengatakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) sangat dipengaruhi oleh tingkat cakupan imunisasi di masyarakat. Semakin rendah cakupan imunisasi, semakin besar pula risiko munculnya kembali berbagai penyakit tersebut.

"Selain suspek campak, hingga Juni 2026 kami juga mencatat 11 kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP), satu kasus suspek difteri, dan satu kasus suspek pertusis," ujar dr. Ganjar, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tingginya kasus suspek campak berkaitan dengan belum optimalnya cakupan imunisasi Measles Rubella (MR). Pada 2025, cakupan imunisasi MR dosis pertama baru mencapai 68,5 persen dari target 80 persen.

Sementara hingga Mei 2026, capaian imunisasi MR baru berada di angka 24,6 persen. Angka tersebut masih berada di bawah target kumulatif sebesar 35,4 persen, sehingga diperlukan upaya percepatan di seluruh wilayah Kabupaten Sambas.

Menurut dr. Ganjar, imunisasi MR berperan penting dalam melindungi anak dari penyakit campak dan rubela yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap bayi harus memperoleh imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal, mulai dari HB0, BCG, polio tetes, DPT-HB-Hib, IPV hingga MR.

"HB0 merupakan imunisasi yang sangat penting dan idealnya diberikan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah bayi lahir. Keterlambatan pemberian ataupun kekosongan vaksin dapat memengaruhi capaian Imunisasi Bayi Lengkap," jelasnya.

Karena itu, dr. Ganjar mengimbau seluruh orang tua agar tidak menunda jadwal imunisasi anak. Menurutnya, imunisasi tidak hanya memberikan perlindungan bagi setiap anak, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok sehingga mampu menekan penyebaran penyakit di masyarakat.

"Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak, kami berharap cakupan imunisasi di Kabupaten Sambas dapat terus meningkat dan risiko penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi semakin berkurang," pungkasnya. (Run)


Posting Komentar

0 Komentar