Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas terus
memperkuat budaya inovasi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD)
melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemenuhan Indikator Innovative Government
Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) ini
menjadi langkah strategis untuk mengejar predikat "Sangat Inovatif"
di tingkat nasional.
Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sambas, Dr. Serli, S.Pd.I.,
M.Ag., mengatakan inovasi daerah tidak hanya bertujuan memenuhi indikator
penilaian atau meraih penghargaan, tetapi menjadi instrumen penting dalam
meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan
kesejahteraan masyarakat.
"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk
memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya inovasi di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Sambas," ujarnya.
Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Sambas
Nomor 4 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah, setiap perangkat daerah diwajibkan
memiliki sedikitnya satu inovasi. Menurutnya, kebijakan tersebut mendorong
birokrasi menjadi lebih adaptif, efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.
Pada IGA Tahun 2026 terdapat perubahan mekanisme penilaian,
di antaranya inovasi yang diajukan harus mencakup sedikitnya lima dari enam
urusan wajib pelayanan dasar. Selain itu, inovasi juga diarahkan untuk
mendukung berbagai program prioritas nasional, seperti percepatan penurunan
stunting, pengendalian TBC, Makan Bergizi Gratis, penghapusan kemiskinan
ekstrem, swasembada pangan dan energi, hingga peningkatan kualitas pelayanan
perizinan.
Serli mengungkapkan, Kabupaten Sambas memiliki catatan
positif dalam ajang IGA dengan meraih penghargaan daerah terinovatif pada 2021,
2022, dan 2024, serta menjadi nominator pada 2023 dan 2025. Berdasarkan Indeks
Inovasi Daerah Tahun 2025, Sambas memperoleh skor 60,94, tertinggi di
Kalimantan Barat. Namun, angka tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mencapai
target predikat Sangat Inovatif dengan nilai minimal 65,01.
Untuk itu, seluruh perangkat daerah diminta mempersiapkan
inovasi sejak dini sesuai tahapan pelaksanaan IGA, mulai dari penjaringan
inovasi hingga validasi lapangan yang akan berakhir dengan penganugerahan pada
November 2026.
Serli juga menegaskan bahwa inovasi harus selaras dengan
arah pembangunan daerah dan dijadikan budaya kerja, bukan sekadar memenuhi
penilaian.
"Jadikan inovasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar
memenuhi kewajiban penilaian. Inovasi harus menjadi semangat untuk memberikan
pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.
Melalui Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap
seluruh perangkat daerah mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata
sehingga target meraih predikat Sangat Inovatif pada IGA 2026 dapat tercapai,
sekaligus memperkuat daya saing dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Run)
.png)
0 Komentar