Pojokkatanews.com - Suasana di Kota Sambas terasa berbeda. Langkah-langkah yang mengiringi ziarah ke makam para pendahulu bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan perjalanan batin untuk mengenang mereka yang telah meletakkan fondasi berdirinya negeri berjuluk Serambi Mekkah Kalimantan itu.
Momentum Hari Jadi Kota Sambas ke-395 dan Hari Ulang Tahun Perpindahan Ibu Kota Sambas ke-27 Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga sejarah dan warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.
Bagi Pewaris Takhta Kesultanan Alwatzikoebillah Sambas, Pangeran Ratu Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E., peringatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam. Menurutnya, mengenang sejarah adalah cara terbaik untuk menjaga identitas masyarakat Sambas.
"Alhamdulillah, kita telah melaksanakan kegiatan ziarah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sambas," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Ziarah itu diikuti oleh berbagai unsur masyarakat. Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, pimpinan dan anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah hadir bersama dalam satu barisan. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa sejarah adalah milik bersama dan harus dijaga secara kolektif.
"Ini merupakan bentuk sinergi seluruh elemen daerah dalam memuliakan sejarah, menjaga budaya, dan bersama-sama membangun Kabupaten Sambas yang semakin maju," kata Tarhan.
Usai doa dipanjatkan, suasana berubah menjadi lebih semarak. Festival Berindu Keris digelar sebagai penghormatan terhadap pusaka budaya Melayu Sambas. Aroma khas Bubur Pedas memenuhi lokasi festival, disusul beragam kegiatan seperti lomba melukis dan mewarnai, fashion show bertema budaya untuk anak-anak, hingga Festival Pembuatan Kue Tradisional Sambas.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan yang ingin diwariskan kepada generasi muda. Menurut Tarhan, setiap festival bukan sekadar hiburan, tetapi ruang belajar agar masyarakat kembali mengenal akar budayanya, mulai dari kuliner, kesenian, hingga nilai-nilai luhur yang telah hidup selama ratusan tahun.
"Harapannya, momentum ini dapat mengingatkan kita semua untuk kembali mengenal dan melestarikan kebudayaan warisan leluhur," ujarnya.
Ia menegaskan, menjaga budaya bukan hanya tugas Kesultanan atau para tokoh adat. Seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan warisan tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
"Budaya-budaya lama wajib kita lestarikan. Sesuai pesan yang selalu kita pegang, yang tua mewariskan, yang muda melestarikan," tegasnya.
Menutup pesannya, Pangeran Ratu Tarhan menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kota Sambas ke-395. Ia berharap Sambas terus tumbuh sebagai daerah yang damai, aman, dan semakin maju tanpa kehilangan jati dirinya.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai daerah ini. Mari kita rawat sejarah, lestarikan budaya, dan bersama-sama membangun Sambas agar tetap menjadi kebanggaan generasi hari ini maupun generasi yang akan datang," pungkasnya. (Run)
%20(5).png)
0 Komentar