BPBD Sambas Catat 406 Rumah Terendam Banjir, Warga Diimbau Waspada Susulan

 

Pojokkatanews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas mencatat sebanyak 406 unit rumah terendam banjir yang terjadi sejak 2 hingga 5 Januari 2026. Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada sedikitnya tujuh fasilitas pendidikan di wilayah terdampak.

Meski demikian, kondisi banjir di sejumlah wilayah kini dilaporkan telah berangsur surut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo, menyampaikan bahwa genangan banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Galing saat ini sudah surut. Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

“Situasi terkini banjir di Galing dan Sijang, Alhamdulillah sudah surut. Tapi kami tetap menghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu waspada,” ujar Alwindo, Senin (12/01/2026).

Alwindo menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun BPBD Sambas, banjir tersebut berdampak pada 1.724 jiwa atau 406 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di dua desa di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum termasuk sarana pendidikan ikut terdampak akibat tingginya genangan air.

Ia menambahkan, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat yang menyebutkan potensi curah hujan tinggi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami imbau warga untuk tetap waspada, karena ke depan berdasarkan data BMKG masih ada potensi curah hujan yang cukup tinggi,” katanya.

Sebagai bentuk respon cepat, BPBD Sambas telah menurunkan tim ke lokasi terdampak pada Rabu (7/01/2026), tepatnya di Dusun Dadau dan Dusun Semanas, Desa Tempapan Hulu. Langkah tersebut dilakukan untuk melakukan pendataan, pemantauan kondisi lapangan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Selain itu, BPBD Sambas juga terus melakukan upaya mitigasi melalui penyampaian surat imbauan kesiapsiagaan bencana kepada pemerintah desa dan perangkat desa di wilayah rawan banjir.

“Upaya yang sudah kami lakukan selain turun langsung ke lapangan, kami juga mengimbau masyarakat melalui surat imbauan yang telah kami sampaikan dan kami sebarkan kepada aparat dan perangkat desa,” jelas Alwindo.

BPBD Sambas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Galing dan wilayah Sijang.

“Alhamdulillah kondisi sudah surut, baik di Galing maupun Sijang. BPBD bersama OPD terkait juga sudah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada masyarakat terdampak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Alwindo mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas untuk mewaspadai potensi banjir dalam dua hingga tiga hari ke depan. Pasalnya, bencana banjir dengan intensitas cukup parah dilaporkan terjadi di Kabupaten Bengkayang, khususnya di wilayah Suti Semarang, yang berpotensi berdampak ke wilayah Sambas.

“Otomatis aliran air dari wilayah Bengkayang akan turun ke Kabupaten Sambas, khususnya Kecamatan Sejangkung. Kami terus memantau kondisi desa-desa yang hampir setiap tahun terdampak banjir,” tutupnya. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar