Menurut Hapsak, capaian tersebut menunjukkan bahwa petani Sambas memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian jika didukung teknologi, sarana produksi dan infrastruktur yang memadai.
Ia menilai penggunaan varietas unggul, sistem tanam jajar legowo serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong hasil panen.
“Capaian 8,266 ton per hektare ini patut diapresiasi. Ini membuktikan petani kita mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi dengan penerapan teknologi dan pola budidaya yang tepat,” ujar Hapsak.
Namun, Hapsak juga menyoroti persoalan pengairan yang masih menjadi tantangan bagi petani. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat dukungan berupa mesin pompa air, alat dan mesin pertanian serta perbaikan jaringan pengairan dan normalisasi sungai.
“Persoalan air jangan sampai menjadi penghambat produktivitas petani. Dukungan sarana pengairan harus diperkuat agar petani dapat mengoptimalkan lahannya,” katanya.
Hapsak berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan hasil produksi.
Ia juga mendorong perhatian terhadap regenerasi petani agar semakin banyak generasi muda tertarik mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sambas. (Red)

0 Komentar