Pojokkatanews.com - Penanganan stunting di Kabupaten Sambas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga lembaga sosial terus diperkuat melalui Gerakan Sambas Peduli Stunting (Genting).
Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi mengatakan, persoalan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Terlebih, kondisi angka stunting di Kabupaten Sambas saat ini masih menjadi perhatian serius.
“Persoalan stunting terus mendapatkan perhatian, terlebih saat ini angka stunting berada pada posisi tertinggi di Kalimantan Barat. Sehingga kerja bersama, komitmen, serta dukungan dari seluruh pihak menjadi penting,” kata Heroaldi.
Menurutnya, pemerintah daerah terus menjalankan berbagai langkah strategis untuk menekan sekaligus mencegah kasus stunting. Salah satunya melalui Genting yang diarahkan sebagai gerakan bersama dengan melibatkan berbagai unsur.
“Gerakan Sambas Peduli Stunting (Genting), Pemerintah Kabupaten Sambas berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TP-PKK, perangkat daerah, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat, menjadi langkah bersama untuk cegah dan tanggulangi stunting,” ujarnya.
Heroaldi menegaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Dukungan dunia usaha, lembaga sosial, organisasi masyarakat dan masyarakat secara langsung juga diperlukan agar intervensi yang dilakukan dapat menyentuh keluarga yang membutuhkan.
Kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui dukungan Baznas Kabupaten Sambas yang membantu pembangunan dua unit rumah layak huni. (Red)

0 Komentar