Pojokkatanews.com - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah
Kabupaten Sambas belum sepenuhnya mengusir kabut asap akibat kebakaran hutan
dan lahan (karhutla). Asap masih terlihat di sejumlah kawasan, bahkan kualitas
udara di Sambas masih berada pada kategori sangat tidak sehat.
Pantauan pada Senin (14/9/2026) menunjukkan kabut asap masih
menyelimuti sejumlah wilayah. Di Jalan Gusti Hamzah, misalnya, kabut asap cukup
terasa terutama pada subuh hingga pagi hari karena mengganggu jarak pandang.
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Pendidikan, meski
kepulan asap di kawasan tersebut relatif lebih tipis.
Hujan sendiri turun di beberapa wilayah Sambas pada Senin
malam. Di Desa Rambi, hujan berlangsung sekitar setengah jam. Burhan, warga
setempat, bersyukur hujan akhirnya turun setelah beberapa waktu wilayah
tersebut terdampak kabut asap.
“Alhamdulillah, ada hujan turun lumayan sekitar setengah
jam,” kata Burhan.
Namun, menurutnya, turunnya hujan belum membuat kabut asap
menghilang sepenuhnya. Ia menduga masih adanya titik lahan terbakar yang belum
tersiram hujan menjadi salah satu penyebab asap tetap muncul.
“Mungkin daerah yang terbakar, belum ada hujan turun,
sehingga kabut asap masih terjadi,” ujarnya.
Hujan dengan intensitas cukup deras juga terjadi di Tanjung
Sekar, Desa Tanjung Mekar, Kecamatan Sambas. Eka, warga setempat, mengatakan
hujan turun sekitar pukul 20.15 WIB.
“Lumayan lebat, Alhamdulillah sudah ada hujan. Mudah-mudahan
bisa merata ke semua daerah di Kabupaten Sambas,” katanya.
Sementara itu, warga Desa Tumuk Manggis juga merasakan hujan
dengan durasi sekitar 30 menit. Namun, terdapat kondisi yang membuat warga
harus berhati-hati. Air hujan yang ditampung warga terlihat berwarna kehitaman
sejak awal hingga hujan berhenti.
“Airnya hitam saat kami tampung, tapi karena tak mungkin
digunakan untuk memasak, kami pakai untuk mencuci saja,” ujar Buyung.
Hujan dengan intensitas lebih rendah juga turun di Desa
Dalam Kaum, Kecamatan Sambas. Irawan, warga setempat, mengatakan hujan
berlangsung singkat dan tidak terlalu deras.
“Alhamdulillah ada hujan, meski tidak lebat dan sebentar,”
katanya.
Berbeda dengan sejumlah wilayah tersebut, kabut asap masih
cukup kuat dirasakan masyarakat Kecamatan Tebas. Udin, warga setempat,
mengatakan asap masih terlihat di sekitar wilayah Tebas, termasuk kawasan Pasar
Tebas.
“Kuat masih kabut asap di Tebas, meski tadi malam hujan ada
turun sebentar,” katanya.
Sementara di sekitar Desa Kartiasa dan beberapa wilayah
lainnya, hujan tidak turun pada waktu yang sama.
Kondisi tersebut menunjukkan sebaran hujan belum merata di
Kabupaten Sambas. Hujan yang turun di sejumlah kawasan memang memberikan
sedikit kelegaan, namun belum cukup untuk mengatasi kabut asap yang berasal
dari lahan terbakar di wilayah lain.
Berdasarkan pantauan kualitas udara pada pukul 11.00–12.00
WIB, indeks kualitas udara di Sambas masih berada pada angka 222 AQI+US atau
masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi ini membuat masyarakat tetap diminta waspada
terhadap paparan kabut asap, terutama kelompok rentan, sembari menunggu hujan
turun lebih merata dan penanganan titik-titik karhutla terus dilakukan. (Run)
.jpg)
0 Komentar