Kabut Asap Tebal Hambat Water Bombing, Karhutla Sambas Terjadi di 17 Desa

Pojokkatanews.com - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, masih menghadapi kendala. Kabut asap tebal membuat helikopter water bombing belum dapat dikerahkan untuk membantu pemadaman melalui jalur udara.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas bersama tim gabungan masih mengandalkan pemadaman melalui jalur darat.

Kepala Pelaksana BPBD Sambas melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Nisa Azwarita, mengatakan Karhutla saat ini terjadi secara bersamaan di 17 desa.

Sejumlah lokasi bahkan mengalami kebakaran dengan luasan cukup besar. Di antaranya Desa Sengawang dengan luas lahan terbakar lebih dari 5 hektare dan Desa Teluk Kasih yang mencapai lebih dari 30 hektare.

“Informasinya di Desa Sengawang luas lahan 5 ha lebih, Desa Teluk Kasih batas dengan Sengawang 30 ha lebih, jaraknya 400 meter,” kata Nisa, Rabu (2/9/2026).

Menurut Nisa, pemadaman di sejumlah lokasi terus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat hingga aparat keamanan.

Di Desa Sengawang, Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama Babinsa melakukan pemadaman. Sementara di Desa Teluk Kasih, personel Polsek, Polres, TNI dan Koramil turut dikerahkan untuk mengendalikan api.

“Di Sengawang ada MPA dan Babinsa yang memadamkan, di Teluk Kasih ada Pak Kapolsek, Polres, TNI dan Koramil,” ujarnya.

BPBD Sambas juga memperkuat koordinasi untuk menangani Karhutla di sejumlah wilayah lainnya. Tim gabungan saat ini diterjunkan ke Desa Tanah Hitam dan Desa Berlimang.

“Saya dan tim BPBD Sambas, KPH Sambas, Manggala Agni, Lanud, Koramil sedang di Desa Berlimang. Tim Danramil, Polsek, Manggala Agni dan KPH juga ada di Desa Tanah Hitam,” kata Nisa.

Ia menjelaskan, sinergi antarpihak menjadi faktor penting dalam penanganan Karhutla, khususnya ketika dukungan pemadaman dari udara belum dapat dilakukan.

“Kami sinergikan untuk melakukan pemadaman darat bersama, posko kabupaten ada di BPBD Sambas. Kami bersama tim Mabes TNI juga gencar sosialisasi,” tuturnya.

Nisa mengatakan helikopter water bombing sebenarnya telah disiapkan untuk membantu penanganan Karhutla di Sambas. Namun, armada tersebut belum dapat masuk ke wilayah Sambas dalam beberapa hari terakhir akibat jarak pandang yang terbatas.

“Heli water bombing sudah beberapa hari tidak bisa tembus ke Kabupaten Sambas dikarenakan pendeknya jarak pandang karena kabut asap,” tegasnya.

Dengan belum optimalnya dukungan pemadaman dari udara, petugas di lapangan terus memaksimalkan penanganan melalui jalur darat. Tim gabungan juga melakukan penyisiran dan pemantauan untuk mencegah api kembali membesar maupun meluas.

Selain pemadaman, sosialisasi pencegahan Karhutla juga terus dilakukan. Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar yang dapat memicu munculnya titik api baru.

Nisa menambahkan, berdasarkan data per 1 September 2026, terdapat 17 desa di Kabupaten Sambas yang secara bersamaan mengalami Karhutla.

“Per hari ini ada 17 desa yang secara bersamaan mengalami karhutla, kejadian terpantau di beberapa wilayah seperti Desa Berlimang, Desa Sungai Baru (Kecamatan Teluk Keramat), Desa Sekuduk (Sejangkung), serta Desa Semata (Tangaran),” pungkasnya. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar