Pojokkatanews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sambas bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Sambas turun langsung membagikan masker kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Aksi sosial tersebut dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.
Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Sulasman, S.H., M.H., mengatakan kegiatan diawali dengan upacara dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial berupa pembagian masker kepada masyarakat.
“Untuk hari ini, tanggal 1 September 2026, kami Kejaksaan Negeri Sambas, khususnya dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia yang ke-81. Tadi pagi, kita mengawali kegiatan dengan upacara ziarah ke Taman Makam Pahlawan,” ujar Sulasman.
Menurut Sulasman, pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat.
Ia menyebut berdasarkan informasi yang diterima, jumlah titik api juga mengalami peningkatan hingga mencapai 124 titik.
“Karena situasi dan kondisi saat ini masih terdapat titik api dan hari ini bertambah, rupanya titik apinya mencapai 124 titik, yang berakibat atau berimbas kepada asap yang semakin pekat,” katanya.
Sulasman menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena kabut asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap.
“Untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sambas, kami Kejaksaan Negeri Sambas bersama IAD Daerah Sambas membagikan masker kepada masyarakat,” jelasnya.
Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, Sulasman mengatakan Karhutla juga berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kabut asap yang semakin pekat dapat menghambat mobilitas dan aktivitas produktif warga.
“Karhutla ini berimbas terutama kepada kesehatan masyarakat. Kedua, perekonomian,” tegasnya.
Di sisi lain, Sulasman mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Ia meminta masyarakat yang memiliki atau mengelola lahan memilih metode lain yang lebih aman dan tidak berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sambas untuk jangan membakar atau dengan sengaja membakar hutan maupun lahan untuk membuka lahan. Gunakan cara lain yang lebih baik dan lebih elegan,” imbaunya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menjaga Kabupaten Sambas dari ancaman Karhutla.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat. Kesadaran serta keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak muncul titik api baru dan dampak kabut asap dapat diminimalkan.
Melalui aksi pembagian masker tersebut, Kejari Sambas dan IAD Daerah Sambas berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah ancaman Karhutla. (Man)
.jpg)
0 Komentar