Wabup Heroaldi Ingatkan Calon Guru, Profesi Pendidikan Punya Tanggung Jawab Besar

Pojokkatanews.com - Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., mewakili Bupati Sambas menerima secara resmi 42 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP-2) Semester Ganjil Universitas PGRI Pontianak Tahun Akademik 2026/2027.

Penyerahan mahasiswa PLP-2 tersebut berlangsung di Aula Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Rabu (2/9/2026).

Mahasiswa PLP-2 diserahkan langsung oleh Rektor Universitas PGRI Pontianak, Dr. Muhamad Firdaus, M.Pd., kepada Wakil Bupati Sambas. Seluruh mahasiswa yang mengikuti program tersebut merupakan putra-putri asal Kabupaten Sambas.

Program PLP-2 merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa kependidikan untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan sekolah. Program tersebut akan berlangsung hingga Desember 2026.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sambas menyambut baik kehadiran mahasiswa PLP-2 dan mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara Pemerintah Kabupaten Sambas, perguruan tinggi dan satuan pendidikan.

Menurut Heroaldi, kolaborasi tersebut memiliki peran penting dalam mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga profesional dan berkarakter.

“Kehadiran Universitas PGRI Pontianak di Kabupaten Sambas diharapkan mampu memberikan energi positif bagi kemajuan Kabupaten Sambas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” ujarnya.

Heroaldi juga menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi bangsa. Menurutnya, seorang guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya.

“Menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan profesi yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi penerus bangsa. Guru mendidik bukan hanya dengan apa yang disampaikan, tetapi juga dengan apa yang dicontohkan. Ada keselarasan antara perbuatan dan perkataan,” katanya.

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan pelaksanaan PLP-2 sebagai ruang untuk belajar memahami kondisi nyata dunia pendidikan.

Selain meningkatkan pengalaman mengajar, mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan guru, tenaga kependidikan maupun peserta didik di sekolah tempat mereka menjalankan praktik.

Dalam pesannya, Heroaldi juga menyampaikan pepatah Melayu “Tanam padi tuai padi” kepada para mahasiswa.

Pepatah tersebut dimaknainya sebagai pesan bahwa setiap usaha dan proses yang dilakukan hari ini akan menentukan hasil yang diperoleh di masa mendatang.

“Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita tuai. Tanamlah kebaikan, ilmu, keteladanan dan kerja keras, sehingga nantinya dapat menghasilkan generasi yang baik sesuai dengan apa yang kita cita-citakan,” pesannya.

Heroaldi berharap seluruh mahasiswa mampu menjalankan PLP-2 dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater serta memberikan kontribusi positif bagi sekolah.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun karakter sebagai calon guru. Jadilah guru yang tidak hanya pintar mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi peserta didik,” pungkasnya. (Man)

 

Posting Komentar

0 Komentar