Pojokkatanews.com-
Kekeringan mulai berdampak serius terhadap aktifitas pertanian di Kecamatan
Jawai. Saat ini, sebanyak 13 Desa di wilayah tersebut mengalami kekurangan air,
sehingga petani kesulitan melakukan penanaman padi untuk Musim Tanam (MT) II.
Kondisi
kekeringan tidak hanya terjadi di lahan pertanian, tetapi juga pada saluran
irigasi. Saluran primer, sekunder hingga tersier dilaporkan mengalami
kekeringan dan tidak lagi memiliki pasokan air yang cukup untuk mengairi
persawahan.
Koordinator
Penyuluh (Korluh) BPP Jawai, Darma Irawandari, mengatakan kondisi tersebut
membuat petani yang sebenarnya sudah siap melakukan penanaman harus menunda
kegiatan tanam.
“Semai yang ada
saat ini sudah tumbuh dan siap ditanam. Namun, belum bisa ditanam karena
kondisi tanah kering dan merekah. Hujan juga belum turun sama sekali,” ujar
Darma, Kamis (27/8/2026)
Menurutnya,
tanaman padi yang sebelumnya sudah ditanam juga mulai mengalami dampak
kekeringan. Tanaman sulit tumbuh, layu, bahkan sebagian
terancam mati akibat tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.
Kondisi tersebut
turut memengaruhi progres penanaman padi di Kecamatan Jawai. Padahal, petani
telah mempersiapkan semaian dan siap melaksanakan MT II.
“Ini yang membuat progres jumlah penanaman
menurun. Semaian sudah siap, petani juga sudah siap tanam, tetapi kondisi lahan
tidak memungkinkan karena tidak ada air,” jelasnya.
Secara keseluruhan, luas lahan baku sawah
(LBS) di Kecamatan Jawai mencapai sekitar 2.576 hektare. Hingga
saat ini, baru sekitar 324,7 hektare yang telah tertanam.
Sementara itu, sekitar 250 hektare lahan
atau tanaman padi dilaporkan terancam mengalami kerusakan hingga gagal akibat
kekeringan.
Petani berharap hujan segera turun sehingga
ketersediaan air kembali normal dan kegiatan penanaman MT II dapat dilanjutkan.
Jika kondisi kekeringan terus berlangsung, dikhawatirkan semakin banyak lahan
pertanian yang tidak dapat ditanami dan tanaman yang sudah ada mengalami
kerusakan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena
kesiapan petani untuk melakukan penanaman tidak sebanding dengan ketersediaan
air di lapangan. Tanpa pasokan air yang memadai, semaian yang telah
dipersiapkan berisiko tidak dapat segera ditanam, sementara tanaman yang sudah
tumbuh menghadapi ancaman kekeringan. (bil)
.jpeg)
0 Komentar