Pojokkatanews.com - Jadwal pemadaman listrik di sejumlah
wilayah Kabupaten Sambas dalam beberapa hari terakhir membuat permintaan lampu
emergency dan kipas angin portable meningkat tajam. Bahkan, sejumlah toko
dilaporkan kehabisan stok karena tingginya minat masyarakat yang ingin
mengantisipasi pemadaman.
Salah seorang warga Sambas, Tarina, mengaku harus
berkeliling ke empat toko sebelum akhirnya mendapatkan lampu emergency yang
dibutuhkan.
"Saya mencari sampai empat toko baru dapat. Di beberapa
toko stoknya sudah habis karena banyak yang membeli," ujarnya.
Hal serupa dialami Heri. Ia membeli lampu emergency
sekaligus kipas angin portable agar keluarganya tetap nyaman saat listrik
padam.
"Kalau listrik padam rumah terasa panas, apalagi malam
hari. Makanya saya beli kipas portable dan lampu emergency supaya tidak
kepanasan dan tidak gelap," katanya.
Meningkatnya permintaan membuat sejumlah toko kewalahan
memenuhi kebutuhan konsumen. Kondisi ini menunjukkan masyarakat mulai
menyiapkan perlengkapan cadangan agar aktivitas di rumah tetap berjalan selama
pemadaman listrik.
Di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Ahmad Hapsak
Setiawan, meminta PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sambas lebih terbuka kepada
masyarakat terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi.
Menurut politisi PPP tersebut, masyarakat tidak hanya
membutuhkan informasi mengenai jadwal pemadaman, tetapi juga penjelasan
mengenai penyebabnya.
"Kalau memang ada pemadaman, saya berharap PLN
menyampaikan kepada masyarakat apa yang sebenarnya terjadi. Apakah karena
perbaikan jaringan, gangguan teknis, atau penyebab lainnya. Dengan begitu
masyarakat bisa memahami kondisi yang ada," ujarnya.
Hapsak mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat
karena pemadaman listrik mengganggu aktivitas rumah tangga, pelaku usaha,
hingga kegiatan belajar. Ia menilai komunikasi yang baik dari PLN sangat
penting agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak pemadaman.
"Kami memahami jika pemadaman dilakukan untuk
pemeliharaan jaringan atau peningkatan pelayanan. Namun, masyarakat juga berhak
mendapatkan informasi yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan maupun
spekulasi," katanya.
Ia berharap PLN terus meningkatkan keandalan pasokan listrik
sekaligus memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat sehingga setiap
pemadaman dapat dipahami dan diantisipasi dengan baik. (Red)
%20(3).png)
0 Komentar