Kamis pukul 18.15 Wib Suara lantunan Al-Quran menggema dari
surau di Desa Saing Rambi, Villa Sejahtera 5, Kabupaten Sambas. Di saat yang
sama, warung kopi di cafe pinggir jalan mulai ramai anak muda. Dua pemandangan
ini jadi potret umum desa kita saat ini,
di satu sisi ada pendidikan agama yang hidup, di sisi lain ada ancaman
kenakalan remaja yang kian nyata.
Data BNNK Sambas 2025 mencatat, 62% kasus penyalahgunaan
NAPZA di Sambas menyasar usia 15-24 tahun. Sebagian besar pelakunya adalah
remaja putus sekolah dan pengangguran di wilayah perbatasan. Mirisnya, motif
awalnya sepele: gabut, ikut teman, dan kurangnya pengawasan.
Di tengah kondisi inilah, Pendidikan Agama Islam - PAI -
kembali membuktikan perannya. Bukan hanya sebagai pelajaran di sekolah, tapi
sebagai gerakan sosial yang berangkat dari surau dan berakhir di kantor desa.
Surau: Benteng Pertama Penanaman Akhlak
Surau dan TPA di Sambas tidak pernah sepi. Setiap Magrib
hingga Isya, anak-anak dari SD hingga SMP berkumpul. Mereka bukan hanya belajar
membaca Al-Quran. Para ustadz dan ustadzah juga menyelipkan materi akhlak:
hormat ke orang tua, larangan mencuri, bahaya narkoba, dan pentingnya menjaga
nama baik keluarga.
“Anak yang rutin ngaji 3 kali seminggu, 80% lebih patuh sama
orang tua. Karena tiap ngaji kita selipin cerita tentang Imam Syafi’i, sahabat
Nabi, sampai bahaya sabu-sabu,” ujar Ustadz Ahmad, pengajar TPA Al-Hidayah,
Kecamatan Teluk Keramat.
Surau juga jadi tempat curhat. Banyak remaja yang awalnya
coba-coba vape dan lem, akhirnya terbuka ke ustadznya. Dari situlah dilakukan
pendekatan keluarga.
Majelis Taklim: Jembatan ke Orang Tua
Masalah remaja tidak bisa lepas dari orang tuanya. Di
sinilah peran Majelis Taklim ibu-ibu. Di Kabupaten Sambas, hampir tiap desa
punya majelis taklim mingguan.
Selain kajian, majelis taklim sekarang merambah isu sosial.
BNNK Sambas dan Polres sering diajak jadi pemateri tentang bahaya NAPZA.
Ibu-ibu diajarkan ciri-ciri anak yang pakai narkoba: mudah marah, uang sering
habis, mata merah.
Hasilnya? Banyak kasus terdeteksi lebih awal karena laporan
ibu-ibu majelis taklim ke kepala dusun. Inilah bukti nyata: PAI menguatkan
sistem kontrol sosial di tingkat RT.
Kantor Desa: Dari Ceramah ke Program Kerja
Yang membuat PAI di Sambas berbeda adalah: sekarang sudah
masuk ke RPJMDes. Beberapa desa di Kabupaten Sambas dan Sejangkung sudah
mengalokasikan dana desa untuk honor guru ngaji, rehab TPA, dan lomba MTQ
tingkat dusun.
Kepala Desa Sebubus, Irfan mengatakan: “Dulu dana desa habis
untuk fisik. Sekarang 10% kami sisihkan untuk pembinaan mental. Targetnya: tiap
KK punya minimal 1 anak yang tamat Iqra. Karena kami sadar, membangun jalan
tanpa membangun akhlak, hasilnya sia-sia.”
Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pendidikan dan
Kemenag juga rutin menggelar Pesantren Kilat dan Daurah Remaja Masji di
masjid-masjid besar. Pesertanya ribuan. Materinya bukan hanya fiqih, tapi juga
anti NAPZA, anti judi online, dan literasi digital.
Tantangan yang Harus Dijawab Bersama
Tentu tidak mudah. Tantangannya besar: honor guru ngaji
masih 300-500 ribu/bulan, TPA banyak yang atapnya bocor, dan gawai membuat anak
lebih betah di kamar daripada di surau.
Belum lagi faktor perbatasan. Mudahnya akses barang ilegal
dari Malaysia membuat NAPZA jenis baru gampang masuk ke Sambas. Kalau iman anak
tidak dikuatkan dari kecil, mereka akan jadi target empuk.
Investasi Jangka Panjang.
Kenakalan remaja dan NAPZA tidak bisa dilawan hanya dengan
razia. Harus dari hulu: keluarga, surau, sekolah, dan desa.
Pendidikan Agama Islam sudah terbukti menjadi vaksin sosial
paling murah dan efektif. Ia tidak butuh gedung megah. Cukup ada tikar, ada
ustadz yang ikhlas, dan ada dukungan dari kantor desa.
Sudah saatnya kita semua - pemerintah, tokoh agama, orang
tua - sepakat: membangun Sambas dimulai dari membangun anak-anaknya. Dan
membangun anak dimulai dari menghidupkan kembali surau-surau kita.
Karena desa yang kuat imannya, insyaAllah akan kebal
terhadap narkoba dan kenakalan.
Penulis : Sriliza, M.Pd, Dosen Fakultas Pendidikan
UNISSAS dan Pegiat Pendidikan di Kabupaten Sambas.
.png)
0 Komentar