Pojokkatanews.com - Peringatan Hari Jadi Kota Sambas ke-395 sekaligus 27 tahun perpindahan ibu kota Kabupaten Sambas menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah. Salah satunya datang dari Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS), yang menyampaikan sejumlah catatan terkait kondisi pembangunan di Kabupaten Sambas.
Menurut KMKS, usia Kabupaten Sambas yang telah mendekati empat abad seharusnya menjadi modal untuk mendorong pembangunan yang semakin merata dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun, organisasi tersebut menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.
Dalam pernyataannya, KMKS menilai capaian pembangunan yang selama ini disampaikan pemerintah perlu diimbangi dengan kondisi riil yang dirasakan masyarakat. Menurut mereka, masih terdapat warga yang menghadapi kesulitan ekonomi, terutama di sejumlah wilayah pedesaan.
Selain itu, KMKS juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang dinilai masih membutuhkan penanganan lebih lanjut. Jalan yang rusak, menurut mereka, berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan kelancaran perekonomian daerah.
Di sektor pendidikan, KMKS berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah serta memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Organisasi mahasiswa tersebut juga menilai terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi itu, menurut KMKS, berpotensi mendorong sebagian masyarakat memilih bekerja ke luar negeri melalui jalur yang tidak sesuai prosedur.
Selain aspek ekonomi, KMKS turut menyoroti isu lingkungan. Mereka berharap pemerintah memperkuat upaya perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Berdasarkan berbagai catatan tersebut, KMKS mengajak pemerintah daerah menjadikan peringatan Hari Jadi Kota Sambas tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi dan menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan.
Ketua Umum KMKS, Azwar Abu Bakar, mengatakan organisasi yang dipimpinnya berharap pemerintah dapat terus membuka ruang dialog dan memperhatikan aspirasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.
"Kami berharap peringatan hari jadi ini menjadi momentum evaluasi bersama. Berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat perlu menjadi perhatian agar pembangunan di Sambas ke depan semakin merata dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga," ujar Azwar.
KMKS menyatakan akan terus menyampaikan
masukan dan mengawal berbagai isu pembangunan sebagai bagian dari partisipasi
masyarakat dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sambas. (Red)
%20(5).png)
0 Komentar