Pojokkatanews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Sambas memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambas Selakau Sungai Nyirih masih berstatus suspend atau penghentian sementara operasional.
Kebijakan tersebut diambil setelah muncul kasus gangguan pencernaan yang dialami belasan siswa dan menjadi bagian dari langkah evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di unit tersebut.
Korwil BGN Kabupaten Sambas, Dzaki, mengatakan penghentian sementara operasional dapur dilakukan untuk memberikan ruang perbaikan pada berbagai aspek yang dinilai perlu dibenahi sebelum kembali beroperasi.
“Masih di-suspend dan dalam proses perbaikan, baik dari segi infrastruktur, fasilitas, dan pembenahan SDM di SPPG tersebut,” ujar Dzaki, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, pembenahan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan gizi berjalan sesuai standar keamanan pangan dan higienitas yang telah ditetapkan. Langkah tersebut juga menjadi upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Selain melakukan evaluasi terhadap SPPG Selakau Sungai Nyirih, BGN juga terus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sambas, terutama terkait pemenuhan standar Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Dzaki menjelaskan, saat ini terdapat 59 unit SPPG di Kabupaten Sambas. Dari jumlah tersebut, 51 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, sementara 8 unit lainnya masih dalam proses penerbitan sertifikat.
“Data SLHS, total SPPG 59 unit. Jumlah SPPG beroperasional 55 unit, suspend 4 unit, dan yang sudah terbit SLHS sebanyak 51 unit,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan dan monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh unit SPPG mampu memberikan layanan pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan berkualitas bagi para penerima manfaat, khususnya peserta didik.
BGN menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi serta perbaikan sistem pelayanan di seluruh SPPG. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program pemenuhan gizi berjalan optimal sesuai tujuan yang telah ditetapkan. (Run)

0 Komentar