Sambas Waspada Karhutla 2026, Luas Kebakaran Capai 1.954 Hektare

Pojokkatanews.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sambas. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Rabu (6/5/2026).

Rakor tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, pemerintah desa, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, hingga instansi terkait yang mengikuti secara langsung maupun virtual.

Mewakili Bupati Sambas, Asisten I Setda Sambas Yudi menyampaikan bahwa potensi karhutla tahun ini tidak bisa dianggap ringan. Prediksi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko kebakaran.

Menurutnya, posisi geografis Sambas sebagai daerah perbatasan menjadikan persoalan karhutla tidak hanya berdampak lokal. Asap yang ditimbulkan berpotensi meluas hingga ke wilayah negara tetangga.

“Dampaknya bukan hanya dirasakan masyarakat Sambas, tetapi juga bisa meluas sampai ke Malaysia. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) mencatat, sejak Januari hingga April 2026, luas lahan yang terbakar di Sambas telah mencapai 1.954,96 hektare dan tersebar di 14 kecamatan. Angka ini setara sekitar 39 persen dari total kejadian sepanjang tahun 2025.

Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal awal bahwa potensi karhutla tahun ini bisa meningkat, bahkan sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan, musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang dengan puncak pada September mendatang. Hal ini menuntut kesiapsiagaan sejak dini, terutama di wilayah desa yang rawan kebakaran.

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap, karhutla juga berpotensi mengganggu sektor pertanian. Sambas yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kalimantan Barat dinilai rentan mengalami penurunan produksi jika kebakaran meluas.

Dalam forum tersebut, Pemkab Sambas juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk dukungan operasional bagi kelompok MPA di lapangan.

Pemerintah daerah berharap adanya penguatan dukungan, baik dari pemerintah pusat maupun kolaborasi lintas sektor, agar upaya pengendalian karhutla dapat berjalan lebih efektif dan optimal. (Run)


Posting Komentar

0 Komentar