Jelang Idul Adha, Sambas Siapkan Pengawasan Ketat Hewan Kurban

Pojokkatanews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sambas mulai memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan hewan yang akan disembelih masyarakat dalam kondisi sehat, aman dan layak konsumsi.

Melalui Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, pendataan stok hewan kurban milik peternak di berbagai wilayah kini mulai dilakukan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), Makbullah mengatakan, berdasarkan data sementara terdapat sekitar 1.107 ekor hewan kurban yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sambas.

“Data sementara ada sekitar 1.107 ekor hewan kurban yang tersebar di 16 kecamatan,” kata Makbullah, Jumat (8/5/2026).

Selain melakukan pendataan, pemerintah daerah juga meningkatkan langkah antisipasi terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) serta zoonosis yang berpotensi muncul menjelang Idul Adha.

Makbullah menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan surat imbauan kewaspadaan penyakit hewan yang nantinya disampaikan kepada petugas peternakan di tingkat kecamatan. Edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pemotongan hewan dan penanganan daging kurban yang baik juga akan dilakukan.

“Menjelang Idul Adha kami akan membagikan leaflet tentang tata cara pemotongan hewan dan penanganan daging kurban yang benar. Saat hari pelaksanaan kurban nanti, petugas juga turun langsung melakukan pengawasan di lapangan,” ujarnya.

Sebanyak 14 petugas peternakan disiagakan untuk melakukan pengawasan di 19 kecamatan di Kabupaten Sambas. Pemerintah daerah juga memastikan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak sapi terus berjalan, termasuk untuk calon hewan kurban.

Sementara itu, meningkatnya permintaan hewan kurban mulai berdampak pada ketersediaan kambing jantan di tingkat peternak lokal. Beberapa peternak bahkan mengaku stok kambing dengan bobot favorit pembeli mulai habis.

Sekretaris Perhimpunan Peternak Kambing Sambas Indonesia, Juliadi mengatakan, kambing dengan berat sekitar 25 kilogram menjadi yang paling banyak dicari masyarakat menjelang Idul Adha.

“Kalau sekarang mencari kambing kisaran 25 kilogram, banyak peternak yang sudah kosong. Kalaupun ada, biasanya sudah dipesan,” katanya.

Menurut Juliadi, kondisi tersebut hampir terjadi setiap tahun karena tingginya permintaan belum sebanding dengan kemampuan produksi peternak lokal.

Berdasarkan data tahun 2024, kebutuhan kambing kurban di Kabupaten Sambas mencapai sekitar dua hingga tiga ribu ekor. Namun, peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 1.300 hingga 1.500 ekor.

“Anggota perhimpunan kami ada 148 peternak yang tersebar di Sambas, tapi memang belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar saat Idul Adha,” ujarnya.

Ia menambahkan, mendatangkan kambing dari luar daerah juga memiliki risiko tinggi. Perbedaan cuaca serta perjalanan jauh kerap membuat ternak mengalami stres hingga sakit.

“Pengalaman peternak, kalau mendatangkan 10 ekor dari luar, biasanya yang bisa bertahan hanya enam atau tujuh ekor. Ada yang sakit bahkan lumpuh karena perjalanan jauh,” ungkapnya.

Karena itu, sebagian besar peternak di Sambas kini memilih mengandalkan stok ternak yang dipelihara sendiri dibanding mendatangkan kambing dari luar Kalimantan Barat maupun Pulau Jawa.

Adapun harga kambing menjelang Idul Adha mulai mengalami kenaikan. Kambing jantan dijual sekitar Rp125 ribu per kilogram, sedangkan kambing betina berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram. (Run)


Posting Komentar

0 Komentar