Tinjau SPPG di Perbatasan, Kepala Badan Gizi Nasional Nilai Sambas Sudah Sangat Maju

Pojokkatanews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dengan meninjau langsung tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni Dapur Sepadu, Dapur Semangau, dan Dapur Rambi.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal, khususnya di wilayah perbatasan dan kawasan terdepan, terluar, serta tertinggal (3T).

Dalam keterangannya, Dadan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sambas atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas undangannya. Merupakan kehormatan bagi Badan Gizi Nasional dapat hadir di Sambas. Karena ini daerah perbatasan, kami ingin memastikan program makan bergizi gratis benar-benar berjalan dengan baik di wilayah terdepan dan terluar,” ujarnya.

Dari hasil peninjauan lapangan, Dadan menilai kualitas dapur serta pengelolaan SPPG di Sambas sudah sangat baik. Ia menyebut tidak ditemukan kendala berarti, yang menunjukkan sistem pelaksanaan program telah berjalan sesuai standar.

“Ternyata Sambas sudah sangat maju. SPPG yang kami lihat kualitasnya bagus dan tertata dengan baik, sehingga potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. Artinya, sistemnya sudah berjalan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Sambas telah memiliki 51 SPPG atau sekitar 70 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut dinilai sebagai progres signifikan dalam mendukung percepatan program MBG secara nasional.

“Sudah ada 51 SPPG atau sekitar 70 persen dari target di Sambas. Ini capaian yang sangat baik dan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Menurut Dadan, manfaat program MBG tidak hanya dirasakan dalam peningkatan kualitas gizi anak-anak sekolah dan ibu hamil, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar melalui perputaran bahan pangan dan keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Program ini menjadi dorongan ekonomi yang luar biasa. Manfaatnya bukan hanya untuk penerima, tetapi juga bagi masyarakat secara umum,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas sinergi dan kekompakan dalam menyukseskan program tersebut.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah dan Forkopimda yang sangat kompak dan bahu-membahu. Penyelenggaraannya sangat baik. Inilah yang diharapkan Badan Gizi Nasional di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Man)


Posting Komentar

0 Komentar