Penutupan Pesantren Ramadan di Rutan Sambas, Momentum Awal Pembinaan Berkelanjutan

Pojokkatanews.com - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas menghadiri sekaligus menutup secara resmi kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar di Masjid Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sambas, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan bagi warga binaan selama bulan suci Ramadan.

Penutupan kegiatan dihadiri langsung Kepala Kantor Kemenag Sambas, Kaharudin, S.Ag. Turut mendampingi, Kasi Bimas Islam Dr. Mursidin, S.Ag., M.Si., yang juga bertindak sebagai ketua panitia pelaksana. Hadir pula Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andriyas Pujo, beserta jajaran serta para warga binaan yang menjadi peserta pesantren.

Dalam sambutannya, Kaharudin menyampaikan pesan motivasi dan penguatan mental kepada seluruh warga binaan. Ia mengajak peserta untuk tidak pernah berputus asa terhadap keadaan dan tidak merasa hina sehingga menjauh dari rahmat Allah SWT.

“Pesantren Ramadan ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Semangat untuk terus melakukan kebaikan harus tetap menyala. Kedekatan kepada Allah harus dijaga dan ditingkatkan, karena perubahan yang hakiki berawal dari kesadaran spiritual,” ujarnya.

Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri. Momentum Ramadan, kata dia, menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi, memperkuat iman, serta membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Ia berharap kegiatan Pesantren Ramadan ini mampu menjadi langkah awal pembinaan berkelanjutan di lingkungan rutan. Dengan bekal pemahaman agama dan penguatan mental, warga binaan diharapkan dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih optimis serta siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah masa pidana berakhir.

Sementara itu, dalam laporan kegiatan, Mursidin menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan di Rutan Sambas berlangsung selama kurang lebih lima hari. Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan materi keagamaan, bimbingan ibadah, serta motivasi spiritual.

“Program ini bersifat multifungsi. Tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran diri, memperkuat mental, dan menumbuhkan semangat perubahan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Rutan Sambas yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara Kemenag dan pihak rutan menjadi kunci sukses terselenggaranya pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

“Kegiatan pembinaan tidak akan berhenti pada momentum Ramadan saja. Ke depan, Kemenag Sambas berkomitmen melanjutkan program-program pembinaan yang berdampak, termasuk memfasilitasi pemateri serta menjajaki kesepakatan kerja sama lanjutan antara Kemenag Sambas dan pihak Rutan,” tegasnya.

Dengan berakhirnya Pesantren Ramadan ini, diharapkan semangat perubahan dan pembinaan spiritual tetap tumbuh di kalangan warga binaan, sehingga proses pembentukan karakter religius dapat terus berlanjut secara konsisten. (Run)


Posting Komentar

0 Komentar