Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1,93 triliun dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Target tersebut meningkat 4,84 persen dibandingkan APBD awal 2026 yang berada di angka Rp1,84 triliun. Sementara anggaran belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,96 triliun, naik 4,01 persen dari sebelumnya Rp1,88 triliun.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi saat menyampaikan Nota Keuangan dan Penjelasan Bupati Sambas atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Sambas, Selasa (8/9/2026).
Heroaldi mengatakan, penyusunan perubahan APBD dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kewajiban pemerintah daerah, kebutuhan yang bersifat mengikat dan mendesak, serta penyesuaian pendapatan dan tambahan belanja yang belum tercantum dalam APBD 2026.
Menurutnya, penyusunan perubahan anggaran juga tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam penganggaran.
“Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 yang disusun, telah mempertimbangkan kewajiban-kewajiban yang sudah digariskan oleh Pemerintah Pusat, kebutuhan-kebutuhan lain yang mengikat dan mendesak yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah,” ujar Heroaldi.
Dari sisi pendapatan, Pemkab Sambas melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi terkini perekonomian daerah maupun nasional serta evaluasi kinerja pendapatan hingga semester pertama 2026.
Heroaldi menjelaskan, perhitungan tersebut turut mempertimbangkan perkiraan yang rasional dari setiap sumber pendapatan, realisasi pendapatan daerah sampai dengan semester I 2026, serta penyesuaian pendapatan transfer dari pemerintah pusat maupun transfer antardaerah.
Sementara pada sisi belanja, dilakukan pergeseran anggaran program dan kegiatan di masing-masing perangkat daerah guna mengoptimalkan penggunaan anggaran.
“Anggaran belanja daerah dalam rancangan perubahan APBD 2026 dialokasikan sebesar 1,96 triliun rupiah, naik 4,01 persen, dari semula 1,88 triliun dan pembiayaan netto sebesar 47 miliar rupiah,” katanya.
Heroaldi berharap pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD 2026 antara pemerintah daerah dan DPRD Sambas dapat berjalan lancar serta diselesaikan tepat waktu.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam proses pembahasan anggaran, mengingat perubahan APBD berkaitan langsung dengan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Saya yakin dan percaya bahwa pembahasan yang akan kita laksanakan dilandasi dengan semangat dan kebersamaan, serta dengan penuh rasa tanggung jawab terhadap kelangsungan pembangunan di Kabupaten Sambas untuk mencapai Sambas yang berkah berkemajuan,” pungkasnya. (Red)
.jpeg)
0 Komentar