Bupati Satono Kejar KLA Madya, Satono Tekankan Penguatan Keluarga

Pojokkatanews.com - Bupati Sambas Satono menegaskan bahwa pembangunan generasi menjadi salah satu kunci menentukan masa depan Kabupaten Sambas. Menurutnya, perlindungan anak dan penguatan keluarga harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga.

Hal tersebut disampaikan Satono dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Sambas. Ia menilai HAN harus menjadi pengingat bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Selaku orang tua, berikan atensi dan perhatian. Ternyata memang tugas kita hari ini tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri,” kata Satono.

Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan anak secara materi. Anak juga membutuhkan ruang yang aman untuk berdiskusi, bermain, menyampaikan kebutuhan serta mengungkapkan aspirasinya.

Satono menilai kualitas generasi saat ini akan sangat menentukan masa depan Kabupaten Sambas maupun Indonesia.

Karena itu, persiapan menuju Indonesia Emas harus dibangun sejak dini dengan memperkuat pondasi keluarga.

“Maju mundurnya sebuah daerah itu sangat tergantung kepada generasi anak bangsa kita hari ini. Karena itu, untuk menyongsong Indonesia Emas, kita harus menyiapkan diri, daerah, dan pondasi keluarga masing-masing agar lahir generasi yang betul-betul siap dan mampu menyongsong Indonesia Emas,” ujarnya.

Satono juga mengingatkan agar peringatan HAN tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Aspirasi yang disampaikan anak-anak harus menjadi bahan evaluasi sekaligus ditindaklanjuti melalui program yang nyata.

Dalam rangkaian HAN Kabupaten Sambas, terdapat lebih dari 20 harapan yang disampaikan anak-anak. Salah satunya berkaitan dengan program Maghrib Besaprah yang diharapkan dapat menjadi momentum bagi orang tua untuk menyediakan waktu bersama anak.

“Harapan kita, di tengah kesibukan orang tua, mungkin barangkali kita bisa menyiapkan waktu minimal satu jam bersama anak,” ungkapnya.

Di sisi lain, upaya Pemkab Sambas memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak menunjukkan perkembangan. Kabupaten Sambas sebelumnya berstatus Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Pratama dengan nilai 595.

Dalam penilaian berikutnya, Pemkab Sambas telah mengumpulkan 799 poin dan kini menunggu proses verifikasi untuk menentukan kemungkinan peningkatan status menjadi KLA tingkat Madya.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sambas, Siti Mujiati, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Untuk penilaian berikutnya, pemerintah daerah telah mengumpulkan 799 poin dan berharap status tersebut meningkat menjadi Madya,” ujar Siti Mujiati, Kamis (13/8/2026).

Selain capaian KLA, indikator pembangunan keluarga Kabupaten Sambas juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pendataan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kabupaten Sambas mencapai 71,1.

Angka tersebut berada di atas rata-rata Kalimantan Barat dan menempatkan Kabupaten Sambas di peringkat pertama dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Puncak HAN Kabupaten Sambas 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Kegiatan digelar di area Car Free Day, Jalan Pembangunan, Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan dibuka Bupati Sambas Satono didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sambas Yunisa. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Sambas berharap penguatan perlindungan anak tidak hanya menghasilkan peningkatan nilai dalam penilaian KLA, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan anak-anak di daerah.

Peningkatan status KLA dari Pratama menuju Madya kini menunggu hasil verifikasi. Namun, jauh lebih penting dari predikat tersebut adalah memastikan setiap anak di Sambas mendapatkan perlindungan, perhatian dan kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan. (Run)

 

 

Posting Komentar

0 Komentar