Asap Mulai Muncul di Sambas, Dinkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Pojokkatanews.com - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas seiring masuknya musim kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi udara ketika kabut asap mulai muncul.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau agar tidak terjadi permasalahan kesehatan,” kata Ganjar.

Menurutnya, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap cukup tebal.

“Usahakan jika beraktivitas di luar rumah untuk mengenakan masker. Hindari aktivitas di luar rumah saat ada kabut asap, terutama jika memiliki masalah pernapasan yang sudah ada,” ujarnya.

Ganjar juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi udara di dalam rumah. Kelembapan ruangan perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi iritasi pada saluran pernapasan akibat paparan asap.

Selain pencegahan, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan apabila mulai mengalami keluhan kesehatan, seperti gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau sesak napas.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala ISPA atau sesak napas,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh selama musim kemarau. Konsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat dan memperbanyak minum air putih menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh.

Kabut asap sendiri menjadi persoalan yang kerap muncul ketika musim kemarau. Karhutla, terutama di kawasan lahan gambut, menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

“Kabut asap bukan hanya masalah lingkungan yang perlu diperhatikan, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi kesehatan paru-paru manusia. Di Kabupaten Sambas saat ini telah memasuki musim kemarau dan akan berpotensi terjadinya kebakaran hutan yang bisa menyebabkan kabut asap,” jelas Ganjar.

Dampak kesehatan yang perlu diwaspadai salah satunya adalah ISPA. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas hingga 12 Agustus 2026, terdapat 1.098 kasus ISPA dari seluruh kelompok umur.

Meski demikian, Ganjar menyebut angka tersebut belum menunjukkan peningkatan kasus yang serius jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Kondisi asap akibat karhutla berdampak pada meningkatnya berbagai penyakit menular, salah satunya yaitu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” katanya.

Dinkes Sambas mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dampak kabut asap dengan menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan. (Red)

 

Posting Komentar

0 Komentar