Terima Kunjungan Kementerian HAM, Wabup Heroaldi Siapkan Sambas Jadi Role Model Perdamaian

Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat penegakan hak asasi manusia (HAM) dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Kantor Wilayah Kementerian HAM RI Kalimantan Tengah yang dirangkai dengan rapat koordinasi pembahasan usulan pembentukan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (REDAM) di Kabupaten Sambas.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sambas, Selasa (30/6/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., mewakili Bupati Sambas.

Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri HAM Nomor MHA-66.IP.03.02 Tahun 2026 tentang usulan pembentukan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (REDAM) sebagai upaya memperkuat budaya damai, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui pendekatan rekonsiliasi.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Heroaldi mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait mekanisme, tahapan, dan ketentuan pelaksanaan program sehingga implementasinya dapat berjalan lebih efektif.

"Agenda ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai mekanisme, tahapan, dan ketentuan pelaksanaan program guna mempercepat implementasi di lapangan," ujar Heroaldi.

Ia menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sambas untuk mendukung pembentukan Kampung REDAM. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.

Heroaldi berharap Kabupaten Sambas dapat menjadi daerah percontohan dalam merawat perdamaian sekaligus memperkuat penegakan HAM melalui kolaborasi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

"Hal ini sangat baik dalam penegakan HAM. Semoga Sambas menjadi contoh dalam merawat perdamaian," katanya.

Program Kampung REDAM diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat toleransi, mencegah konflik sosial, serta membangun budaya dialog dan rekonsiliasi di tengah masyarakat. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar