Pojokkatanews.com - Gerbang sekolah kembali dipenuhi tawa,
senyum, dan langkah-langkah kecil yang penuh rasa ingin tahu. Senin
(13/7/2026), tahun ajaran baru 2026/2027 resmi dimulai. Bagi sebagian anak,
hari itu menjadi awal perjalanan mengenal dunia baru. Bagi para orang tua, itu
adalah momen melepas sekaligus menitipkan harapan kepada sekolah.
Di SDN 41 Gelamak, Desa Pangkalan Kongsi, Kecamatan Tebas,
puluhan orang tua tampak setia mendampingi anak-anak mereka. Ada yang
menggenggam tangan putra-putrinya erat, ada pula yang mengabadikan momen
sebelum bel masuk berbunyi.
Di antara mereka, Rody sengaja meluangkan waktu mengantar
putranya. Baginya, kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah bukan sekadar
tradisi, melainkan bentuk dukungan yang akan selalu dikenang anak.
"Bagi saya mengantar anak di hari pertama sekolah itu
penting. Kehadiran orang tua bisa menumbuhkan rasa percaya diri anak dan
membuat mereka merasa didukung saat memulai tahun ajaran baru," ujarnya.
Menurutnya, mendidik anak bukan hanya soal menuntut
prestasi, tetapi juga menemani setiap langkah mereka menuju cita-cita. Momen
sederhana seperti mengantar ke sekolah menjadi bukti bahwa orang tua selalu
hadir dalam perjalanan tersebut.
Sementara di SDN 08 Kartiasa, Kecamatan Sambas, cerita yang
berbeda hadir dari seorang siswi kelas 1B, Unna Mikayla Aprilia. Dengan seragam
merah putih yang masih terlihat baru, ia tersenyum saat bertemu teman-teman
barunya. Namun di balik senyum itu, tersimpan kerinduan kepada sang ayah.
Hari pertama sekolah hanya ditemani ibunya. Sang ayah baru
sehari sebelumnya berangkat merantau ke Malaysia demi mencari nafkah.
"Senang bertemu teman baru, tapi sedih juga karena ayah
tidak bisa mengantar. Kata ayah nanti akan membelikan saya sepeda untuk
sekolah," ucap Unna polos.
Di sampingnya, sang ibu, Warohmah, berusaha menenangkan
putrinya. Ia memahami bahwa keputusan suaminya merantau merupakan pilihan berat
demi memenuhi kebutuhan keluarga.
"Awalnya anak memang tidak mengizinkan ayahnya
berangkat. Tapi sekarang dia mulai mengerti kalau ayah bekerja untuk masa depan
keluarga," katanya.
Warohmah berharap langkah pertama putrinya memasuki bangku
sekolah dasar menjadi awal dari perjalanan panjang menuju pendidikan yang lebih
tinggi.
"Semoga anak saya bisa sekolah setinggi mungkin,
menjadi kebanggaan keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.
Hari pertama di SDN 08 Kartiasa sendiri diisi dengan
berbagai kegiatan pengenalan sekolah, mulai dari berkenalan dengan guru dan
teman sekelas, mengenal lingkungan sekolah hingga aktivitas mewarnai. Sebanyak
58 murid baru tampak menikmati pengalaman pertama mereka sebagai siswa sekolah
dasar.
Momentum hari pertama sekolah juga mendapat perhatian
Pemerintah Kabupaten Sambas. Bupati Sambas Satono mengajak para ayah untuk
lebih aktif mendampingi pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di
Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah
(GEMAR), sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat dan
dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Menurut Satono, kehadiran seorang ayah tidak hanya bermakna
sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan perhatian,
motivasi, dan rasa aman bagi anak.
"Kami mengajak seluruh ayah di Kabupaten Sambas untuk
meluangkan waktu mengantar anak pada hari pertama sekolah maupun mengambil
rapor mereka. Kehadiran seorang ayah menjadi bentuk perhatian yang sangat
berarti bagi tumbuh kembang dan semangat belajar anak," ujarnya.
Di balik riuhnya suasana hari pertama sekolah, tersimpan
kisah yang berbeda di setiap keluarga. Ada yang datang lengkap bersama ayah dan
ibu, ada pula yang hanya ditemani satu orang tua karena tuntutan kehidupan.
Namun satu hal yang sama, setiap langkah kecil menuju ruang kelas selalu
diiringi doa dan harapan agar kelak anak-anak Sambas tumbuh menjadi generasi
yang cerdas, berkarakter, dan mampu menggapai mimpi-mimpi mereka. (Run)

0 Komentar