Cegah Karhutla Sejak Dini, Manggala Agni Libatkan TNI, Polri dan Masyarakat

Pojokkatanews.com - Memasuki musim kemarau, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas terus ditingkatkan. Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang menggelar patroli terpadu skala penuh dengan melibatkan personel TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Patroli berlangsung selama 18 hari, mulai 20 Juli hingga 6 Agustus 2026. Selama periode tersebut, tim gabungan diterjunkan ke sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi guna mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Dua desa menjadi fokus utama patroli, yakni Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, dan Desa Sungai Nilam, Kecamatan Jawai. Kedua wilayah tersebut dipantau secara intensif untuk mengantisipasi munculnya titik api selama musim kemarau.

Kepala Daops Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin, mengatakan patroli terpadu merupakan langkah preventif agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

"Kami tidak menunggu api muncul baru bergerak. Personel Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan MPA akan menyisir langsung kawasan yang rawan karhutla. Kehadiran petugas di lapangan menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, patroli mengedepankan tiga strategi utama. Tahap pertama adalah deteksi dini melalui verifikasi titik panas (hotspot), pengecekan sumber air di embung, serta pemantauan kondisi sekat kanal di kawasan gambut maupun lahan kering.

Strategi berikutnya berupa edukasi kepada masyarakat. Petugas mendatangi warga secara langsung untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, serta konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran lahan.

Selain itu, tim patroli juga menyiagakan peralatan pemadaman portabel di lokasi kegiatan. Langkah ini dilakukan agar api yang masih berskala kecil dapat segera dipadamkan sebelum meluas.

Yuyu menegaskan keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga memerlukan dukungan aktif masyarakat.

"Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga wilayah tetap aman dari ancaman karhutla," katanya.

Sebagai bagian dari upaya pengawasan, Manggala Agni juga membuka layanan pengaduan cepat bagi masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan secara ilegal. Warga diimbau segera melapor ke posko patroli terpadu yang telah disiapkan di masing-masing desa.

Dengan patroli intensif dan partisipasi masyarakat, Manggala Agni berharap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sambas dapat ditekan sehingga wilayah tersebut terhindar dari bencana kabut asap selama musim kemarau tahun 2026. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar