Pojokkatanews.com - Kepala Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat, Jayanta, resmi
melaunching program perkuliahan bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan)
Kelas IIB Sambas, Rabu (10/6/2026).
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara
Pemerintah Kabupaten Sambas dan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
(UNISAS) sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi warga binaan selama
menjalani masa pembinaan.
Dalam peluncuran program tersebut, Jayanta menyampaikan
apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sambas dan pihak kampus yang telah
mendukung terselenggaranya program pendidikan bagi warga binaan.
"Hari ini kita melaunching program perkuliahan di Rutan
Sambas. Ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sambas dengan
Kampus UNISAS. Pemerintah Kabupaten Sambas juga memberikan beasiswa kepada lima
orang warga binaan untuk mengikuti kuliah. Kami mengucapkan terima kasih kepada
Bapak Bupati Sambas dan pihak kampus UNISAS atas dukungannya," ujarnya.
Menurut Jayanta, program ini menjadi langkah strategis dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar memiliki bekal
pendidikan yang memadai ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Kami berharap minimal ketika mereka bebas dari sini,
mereka memiliki tambahan pendidikan. Mudah-mudahan mereka bisa melanjutkan
hingga meraih gelar sarjana atau S1," katanya.
Ia menjelaskan, peserta program perkuliahan tidak dipilih
secara sembarangan. Warga binaan yang mengikuti program harus memenuhi sejumlah
persyaratan, di antaranya telah lulus SMA atau sederajat, memiliki motivasi
kuat untuk melanjutkan pendidikan, mendapat dukungan keluarga, serta
menunjukkan perilaku yang baik selama menjalani masa pembinaan.
"Mereka harus memiliki perilaku yang baik selama berada
di dalam rutan. Sebelum ditetapkan sebagai peserta, warga binaan tersebut telah
melalui proses asesmen yang dilakukan oleh petugas," jelasnya.
Untuk tahap awal, program pendidikan yang dibuka adalah
Program Studi Hukum. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan ke depan akan
ditambah dengan program studi lainnya sesuai kebutuhan dan perkembangan kerja
sama.
"Pilihan program studi sebenarnya ada hukum dan
ekonomi, namun sementara ini yang dibuka adalah Program Studi Hukum,"
ungkapnya.
Guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar, pihak
Rutan Sambas telah menyiapkan fasilitas khusus berupa ruang perkuliahan daring
yang dilengkapi perangkat pendukung pembelajaran.
"Hari ini Rutan Sambas menyiapkan satu ruangan khusus
yang dilengkapi fasilitas Zoom untuk kegiatan perkuliahan. Jadi proses belajar
dilakukan secara daring atau online dari dalam rutan," katanya.
Jayanta menegaskan bahwa penggunaan perangkat elektronik
dalam kegiatan perkuliahan tetap berada di bawah pengawasan ketat petugas
sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
"Dalam penggunaan perangkat elektronik tentu ada
pengawasan yang dilakukan oleh petugas. Tugas Rutan Sambas adalah melakukan
pengawasan secara melekat sesuai SOP yang berlaku," tegasnya.
Program kuliah bagi warga binaan ini diharapkan menjadi
inovasi pembinaan yang mampu memberikan kesempatan kedua bagi para warga binaan
untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan mempersiapkan masa
depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah
masyarakat. (Man)
.jpeg)
0 Komentar