Harga Ayam dan Cabai Rawit Naik, Stok Bahan Pokok di Sambas Tetap Aman

Pojokkatanews.com -  Pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sambas masih dalam kondisi terkendali meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Sambas, Suparno, S.H., M.H., mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok di Pasar Pagi Jagur Sambas yang dilakukan pada pertengahan Juni 2026.

Menurut Suparno, sebagian besar komoditas kebutuhan pokok masih menunjukkan harga yang relatif stabil. Namun, terdapat dua komoditas yang mengalami kenaikan, yakni daging ayam ras dan cabai rawit merah.

"Secara umum kondisi stok barang kebutuhan pokok masih aman. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, namun masih dalam kondisi terkendali," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data pemantauan, harga daging ayam ras naik dari Rp40.000 menjadi Rp43.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah mengalami kenaikan dari Rp73.333 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas penting lainnya masih bertahan pada harga yang relatif stabil. Beras premium tercatat Rp18.500 per kilogram, beras medium Rp15.667 per kilogram, dan beras lokal Rp14.000 per kilogram. Harga gula pasir curah berada di angka Rp19.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga Minyakita masih berada di kisaran Rp15.700 per liter, minyak goreng curah Rp23.000 per liter, sedangkan minyak goreng premium mencapai Rp25.667 per liter.

Komoditas protein hewani juga relatif stabil. Harga telur ayam ras masih bertahan di Rp27.000 per kilogram, sementara daging sapi paha belakang dijual sekitar Rp170.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting tercatat Rp60.000 per kilogram. Bawang merah berada di kisaran Rp46.667 per kilogram, bawang putih Rp37.000 per kilogram, dan bawang bombay Rp28.333 per kilogram.

Suparno menjelaskan, pemantauan pasar dilakukan secara rutin untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia serta mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

"Pemantauan terus dilakukan secara berkala. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar dan stok tetap tersedia," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, hingga saat ini pasokan bahan pokok di Kabupaten Sambas masih mencukupi dan distribusi barang dari pemasok berjalan lancar. (Red)

 

Posting Komentar

0 Komentar