Kobaran Api Hanguskan 11 Bangunan di Pasar Simpang Empat Tangaran

Pojokkatanews.com - Kebakaran hebat kembali melanda kawasan Pasar Simpang Empat, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Rabu (20/05/2026) dini hari. Sedikitnya 11 bangunan dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.

Bangunan yang hangus terdiri dari dua unit rumah toko (ruko) dan sembilan rumah warga. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.

Rahmat, warga sekitar, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui menjelang waktu salat subuh. Saat itu seorang warga yang hendak menuju masjid melihat asap muncul dari bagian belakang atap ruko dan rumah warga.

“Waktu itu ada warga yang mau pergi ke masjid melihat asap di bagian belakang atap ruko dan rumah. Dia langsung membangunkan warga lain dengan memukul tiang listrik di sekitar,” ujarnya.

Menurut Rahmat, api mulai membesar sekitar pukul 04.00 WIB dan dengan cepat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

“Api cepat sekali membesar lalu merembet ke ruko bengkel di samping dan rumah-rumah warga di bagian belakang,” katanya.

Ia menjelaskan, selama sekitar dua hingga tiga jam kobaran api terus melahap bangunan hingga menghanguskan 11 pintu bangunan.

“Sekitar dua sampai tiga jam api menghanguskan 11 pintu bangunan, terdiri dari dua ruko dan sembilan rumah. Ada juga satu ruko apotek yang terkena di bagian atas dan belakang, tapi tidak separah bangunan lainnya,” ungkapnya.

Warga sempat berupaya menahan laju api agar tidak semakin meluas ke bangunan lain. Namun besarnya kobaran api membuat sebagian besar bangunan di bagian belakang tidak dapat diselamatkan.

“Warga berusaha menahan api supaya tidak merembet ke sebelahnya, tapi bagian belakang rumah tidak bisa diselamatkan,” tambahnya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB setelah warga bersama petugas berjibaku melakukan pemadaman selama beberapa jam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat banyaknya bangunan yang terbakar.

Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Run)

Posting Komentar

0 Komentar