Pojokkatanews.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas,
Kalimantan Barat mencatat sebanyak 10 kasus positif Demam Berdarah Dengue (DBD)
sepanjang Januari hingga Mei 2026. Meski demikian, jumlah kasus tersebut
dinilai masih dalam kondisi terkendali dan belum menunjukkan peningkatan
signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko
Prabowo, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya lonjakan kasus
maupun korban meninggal dunia akibat DBD di wilayah Kabupaten Sambas.
“Sementara kasus DBD di Kabupaten Sambas tahun 2026 sampai
saat ini, rentang Januari-Mei tercatat 10 kasus positif dengan 0 kasus
kematian,” ujarnya, Rabu (20/05/2026).
Menurut Ganjar, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa
penyebaran DBD di Kabupaten Sambas masih dapat dikendalikan. Meski begitu,
masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya
peningkatan kasus.
“Ini menunjukkan belum ada peningkatan kasus DBD saat ini.
Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi
permasalahan di masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah utama dalam pencegahan
dan pengendalian DBD adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan
menerapkan pola 3M Plus.
“Dengan menerapkan konsep 3M Plus yaitu menguras tempat
penampungan air, mengubur barang-barang bekas, dan menutup tempat penampungan
air,” tuturnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan langkah
pencegahan melalui abatesasi atau pemberian bubuk abate pada tempat penampungan
air bersih untuk membunuh jentik nyamuk.
“Kemudian abatesasi, yaitu pemberian bubuk abate pada tempat
penampungan air bersih untuk membunuh larva atau jentik nyamuk,” jelasnya.
Untuk penanganan kasus positif DBD, pihaknya juga melakukan
fogging atau pengasapan di sekitar lokasi penderita guna memutus rantai
penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
“Fogging dilakukan di sekitar rumah yang terdapat kasus
positif DBD dengan radius sekitar 100 hingga 200 meter untuk membunuh nyamuk
dewasa,” ungkapnya.
Ganjar turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan
lingkungan serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan
bergizi dan vitamin.
Ia juga meminta masyarakat tidak membiarkan pakaian bekas
menumpuk atau tergantung di dalam kamar karena dapat menjadi tempat favorit
nyamuk bersarang.
“Jangan menumpuk atau menggantung pakaian bekas pakai di
kamar karena tumpukan baju menjadi tempat bersarang nyamuk yang disukai,”
katanya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga diimbau
segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD agar
mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, puskesmas,
atau rumah sakit jika menemukan gejala penyakit DBD untuk pemeriksaan lebih
lanjut,” tegasnya.
Ganjar menambahkan, DBD merupakan penyakit menular yang
disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti
sehingga perlu diwaspadai bersama.
“DBD adalah penyakit menular yang disebabkan virus dengue
dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini berpotensi
menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB),” pungkasnya. (Run)

0 Komentar