Pojokkaranews.com - Upaya mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat kawasan perbatasan sebagai beranda depan negara terus didorong pemerintah pusat. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja strategis Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Kabupaten Sambas, Kamis (23/04/2026).Rombongan yang dipimpin Asisten Deputi Gunardi Kusuma tersebut memusatkan perhatian pada potensi ekonomi pesisir di Kecamatan Paloh serta penguatan infrastruktur di kawasan perbatasan Desa Temajuk. Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sambas.
Agenda dimulai dengan peninjauan sentra industri garam di kawasan Kampak, Dusun Cermai, Desa Sebubus. Di lokasi ini, rombongan melihat langsung aktivitas produksi garam yang dikelola masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu penopang target swasembada garam nasional pada 2027.
Gunardi Kusuma menegaskan bahwa pengembangan industri garam di wilayah tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Proposal yang diajukan pemerintah daerah, kata dia, sedang dalam proses tindak lanjut secara bertahap.
“Kunjungan ini merupakan langkah nyata dari hasil koordinasi sebelumnya. Kami berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas produksi garam di Kampak agar dapat berkontribusi pada kebutuhan nasional,” ujarnya.
Turut mendampingi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat Natalia Karyawati menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan dalam mengembangkan potensi pesisir. Menurutnya, wilayah Sambas memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kelautan dan perikanan.
“Kami berharap perhatian dari pemerintah pusat tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut pada dukungan konkret agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain sektor garam, rombongan juga melanjutkan peninjauan ke Desa Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di wilayah ini, fokus diarahkan pada rencana pembangunan Pos Lintas Batas (PLB) sebagai bagian dari penguatan kawasan perbatasan.
Tak hanya itu, kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama distribusi logistik turut menjadi perhatian. Rombongan juga mengevaluasi berbagai sarana penunjang lainnya guna memastikan kesiapan Temajuk sebagai kawasan strategis yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjadikan wilayah perbatasan tidak lagi sebagai daerah terluar, melainkan sebagai beranda depan yang maju, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan nasional. (Red)
0 Komentar