Pojokkatanews.com - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Jamel, menyuarakan harapan agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap peluang generasi muda di wilayah perbatasan untuk bergabung dengan TNI.
Permintaan tersebut ditujukan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, serta jajaran pimpinan TNI Angkatan Darat, agar membuka ruang prioritas bagi pemuda perbatasan, khususnya dari Kecamatan Sajingan Besar, dalam proses seleksi akademi militer.
Jamel menegaskan bahwa masyarakat Dayak memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. Ia menyebut semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah mengakar kuat sejak zaman nenek moyang.
“NKRI harga mati. Leluhur kami bukan hanya berjuang untuk daerah, tetapi juga untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, potensi generasi muda di kawasan perbatasan sebenarnya sangat besar untuk menjadi prajurit TNI. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak peserta yang gagal dalam tahapan seleksi.
Kondisi ini dinilai memprihatinkan, mengingat kehadiran putra daerah dalam institusi pertahanan sangat penting, terutama dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan yang menjadi garda terdepan negara.
“Banyak anak-anak kita yang belum berhasil lolos. Padahal mereka punya semangat dan kecintaan tinggi terhadap NKRI,” katanya.
Jamel berharap adanya kebijakan afirmatif dari pemerintah dan TNI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil sekaligus memperkuat pertahanan negara melalui keterlibatan masyarakat lokal.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun mental. Menurutnya, program pendampingan dari prajurit TNI yang bertugas di perbatasan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, ia menegaskan bahwa proses pendaftaran TNI tidak dipungut biaya dan meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada praktik percaloan.
“Manfaatkan pendampingan TNI, siapkan diri sebaik mungkin. Pendaftaran gratis, jangan percaya calo. Yang terpenting adalah mental baja dan kesiapan menghadapi persaingan,” Pungkasnya. (Red)

0 Komentar