Pojokkatanews.com - Suasana kebersamaan terasa kental di Desa Jelutung, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, saat warga menerima bantuan paket sembako dalam rangka menyambut dan merefleksikan Hari Waisak, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan sosial yang dipusatkan di Vihara Tridharma Catur Arya Satyani ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat nilai toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat.
Warga tampak antusias mengikuti pembagian bantuan. Salah satunya, Nurasti, yang mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.
Ketua Vihara Tridharma Catur Arya Satyani, Pangdewo, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, sebanyak 50 paket sembako dibagikan kepada warga Desa Jelutung.
Ia menegaskan bahwa bantuan diberikan tanpa memandang latar belakang penerima. Menurutnya, aspek kemanusiaan menjadi dasar utama dalam kegiatan tersebut.
“Kami tidak membedakan agama atau suku. Yang menjadi prioritas adalah mereka yang membutuhkan. Ada yang terlihat mampu, tapi sebenarnya masih mengalami kesulitan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pangdewo menyebut kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), termasuk kontribusi dari Ketua Umum Muhaimin Iskandar (Gus Imin), dalam penyediaan bantuan.
“Terima kasih atas dukungan 1.000 paket sembako. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Berani, Lorens Manuptty, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari program nasional PKB melalui Badan Persaudaraan Antar Iman (Berani). Program ini dirancang untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi.
Ia mengakui bahwa bantuan sembako belum menjadi solusi menyeluruh, namun setidaknya mampu meringankan beban masyarakat, khususnya di tingkat desa.
“Memang belum bisa menyelesaikan semua persoalan, tapi ini bentuk kepedulian nyata agar masyarakat sedikit terbantu,” pungkasnya. (Run)

0 Komentar