Markaz Tahfizh Sambas Gelar Buka Puasa Bersama dan Santri Berbagi Takjil

Pojokkatanews.com - Semangat berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah mewarnai rangkaian kegiatan Ramadan yang dilaksanakan Markaz Tahfizh Institut Tahfizh Sambas. Melalui program yang telah berjalan rutin, para santri tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dibina untuk peduli dan berbagi kepada sesama.

Pengurus Tahfizh Sambas, Ustadz Hendri Alifuddin, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama yang digelar merupakan bagian dari program pembinaan santri selama bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah, kemarin kami melaksanakan buka puasa bersama santri dari Markaz Tahfizh Kecamatan Sambas, Desa Gapura dan Kecamatan Sebawi, Desa Tempatan. Jumlah santri yang hadir sebanyak 56 orang, dan kegiatan dilaksanakan di Masjid Amantubillah,” ujarnya.

Hendri menjelaskan, takjil dan konsumsi yang dibagikan dalam kegiatan tersebut bersumber dari program infak rutin yang mereka namakan Gebu. Program ini dilaksanakan setiap pekan di markaz tahfizh, serta mendapat tambahan dukungan dari para orang tua santri.

“Takjil yang dibagikan merupakan hasil dari program infak Gebu yang kami jalankan setiap minggu di markaz tahfizh, ditambah kontribusi dari para orang tua santri. Ini bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an,” jelasnya.

Tak hanya buka puasa bersama, kegiatan berbagi juga berlanjut hari ini melalui program Santri Berbagi Takjil yang dilaksanakan Markaz Tahfizh Kecamatan Tekarang, tepatnya di Desa Sempadian dan Desa Sari Makmur. Sebanyak 27 santri terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Menurut Hendri, program berbagi takjil ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para santri sejak dini. Mereka tidak hanya dididik untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibentuk karakter dan kepekaan sosialnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin santri belajar bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan sesama,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berjalan dan mendapat dukungan masyarakat, sehingga Markaz Tahfizh tidak hanya menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an, tetapi juga pusat pembinaan karakter generasi Qurani yang peduli terhadap lingkungan sekitar. (Red)


Posting Komentar

0 Komentar