Pojokkatanews.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kabupaten Sambas menuai sorotan dari sejumlah orang tua siswa. Keluhan tersebut muncul setelah paket makanan yang dibagikan untuk tiga hari dinilai tidak sebanding dengan estimasi anggaran Rp15 ribu per hari atau Rp45 ribu untuk tiga hari.
Dalam paket yang diterima, siswa dilaporkan memperoleh dua butir telur, empat pisang kecil, lima butir kurma, satu bungkus kecil kacang telur, serta ubi rebus atau tembilek yang dicampur susu dan keju. Perbandingan antara nilai anggaran dan isi paket kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sambas, Dzaki, menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pendistribusian perdana MBG Ramadan.
“Kami mohon maaf jika pada pelaksanaan awal ini masih terdapat kekurangan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Dzaki mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya program tersebut. Menurutnya, pengawasan publik menjadi bagian penting agar pelaksanaan MBG tepat sasaran dan terus mengalami perbaikan.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan pengawasan masyarakat. Itu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” katanya.
Ia menjelaskan, gramasi atau takaran makanan telah disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan dan mengacu pada standar yang diawasi oleh tenaga ahli gizi. Meski begitu, pihak SPPG tetap membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan masukan atau keluhan.
“Kami menampung seluruh keluhan terkait pelaksanaan MBG di Sambas dan akan melakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Ke depan, evaluasi tidak hanya menyangkut variasi menu, tetapi juga penyampaian informasi nilai gizi dalam setiap paket makanan agar masyarakat memahami komposisi dan standar yang digunakan.
Sebagai informasi, pagu harga bahan baku MBG yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional untuk balita hingga siswa SD kelas 3 sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara untuk kelompok lainnya ditetapkan Rp10.000 per porsi, dengan kemungkinan penyesuaian berdasarkan indeks kemahalan masing-masing daerah. (Run)

0 Komentar